Articles

Membantu masyarakat terdampak Covid-19, Bea Cukai Aceh dan pajak konsumsi dengan 24,5 ton bawang merah

Okt 21, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Untuk membantu meringankan perekonomian masyarakat yang terdampak virus Covid-19, Kantor Bea Cukai Daerah (Kanwil) Aceh dan Balai Karantina Pertanian (BBKP), Bea Cukai Sumut, dan Bea Cukai Belawan bersama-sama menyumbang 24,5 ton melalui Bawang merah didatangkan oleh Pemerintah Provinsi Aceh Timur dan Daerah Aceh Tamiyang.

Dua orang wakil pemerintah daerah menerima subsidi di pangkalan pabean Belawan, dan hadir otoritas yang berwenang. Selain perwakilan TNI dan Polri, Isnu Irwantoro, Kepala Badan Bea dan Cukai Daerah Aceh, Jumat (5/6) mengatakan, kucai sumbangan dikemas dalam 2.722 karung seberat 9 kg, dengan total nilai 167.049.339 rupee. Dijelaskan, pengiriman bawang merah KM Rajawali GT 15 Nomor 104 / QQd merupakan hasil gugatan yang tidak memiliki dokumen kepabeanan impor yang sah, termasuk litigasi t (daftar) yang tidak memiliki dokumen manifes pengiriman barang.

Digunakan oleh pihak Bea Cukai Patroli Maritim pada Rabu (20/5) Kapal patroli BC 30004 berhasil melakukan pencegahan di perairan Acehtamyan Air, katanya: “Untuk kegiatan penyelundupan bawang merah ini, negara memperkirakan rugi 58,5 juta rupee dari industri pajak.” – Isnu Dikatakan bahwa alat bukti yang diberikan kepada pemerintah Aceh Tamion dan Aceh Timur berupa kucai telah diuji di laboratorium isolasi sehingga dinyatakan tidak ada Organisme Karantina Tumbuhan Karantina (OPTK) di bidang pertanian, dan kandungan timbal (Pb). Dan kadar kadmium (Cd) di bawah batas maksimum residu (BMR). Utara (Utara), Bea dan Cukai Belawan (Bea dan Cukai Belawan) dan Pusat Karantina Pertanian Belawan (Pusat Karantina Pertanian Belawan) digunakan oleh Komoditas hasil tindakan yang dilakukan oleh kelompok rentan, terutama yang terkena pandemi Covid-19, ”kata Isnu.-Sanksi hukum bagi orang yang menyelundupkan barang impor sesuai amandemen UU No 10 Tahun 1995 Sesuai dengan ketentuan Pasal 102 (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006. Yang penting di bea cukai, setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam daftar akan dihukum karena penyelundupan. Hukumannya satu tahun, pidana penjara maksimal 10 tahun, denda minimal Rp50 juta, dan maksimal Rp5 miliar. Berdasarkan sanksi hukum ini, diharapkan pelaku perdagangan dan masyarakat tidak menyelundupkan dan / atau membeli dan menggunakan. Barang yang dilarang adalah bentuk partisipasi warga dalam upaya melindungi produsen bawang merah, melindungi masyarakat dan lingkungan dari penyakit. Impor hewan dan tumbuhan beserta hasil sampingnya, serta peningkatan daya saing industri dalam negeri, dan peningkatan pendapatan negara dari bea masuk dan perpajakan, akan membantu Untuk mencapai tujuan ini. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: