Articles

Kerja sama antara bea cukai dan pemangku kepentingan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional

Okt 21, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Mengatasi situasi ekonomi sulit selama pandemi Covid-19 bukanlah tugas yang mudah. Diperlukan semangat, sinergi dan kerjasama semua pihak untuk mewujudkan kepentingan nasional.

Saat ini, pemerintah tengah menggalakkan Rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui berbagai kebijakan. Hal tersebut tidak mudah karena sepertinya dibarengi dengan penyebaran Covid-19 yang tak kunjung surut. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai (Kanwil) Jawa Tengah dan Yogyakarta, Padmoyo Tri Wikanto, Jumat (07/08). Bantuan dengan izin.

“Ini biar industri merasakan kelonggaran dan bantuan pemerintah. Agar investasi terus tumbuh, pegawai tetap bisa bekerja agar kegiatan perekonomian bisa terus berjalan.” – Seluruh Gabungan Importir Nasional Indonesia (GINSI) dan DIY Jawa Tengah Pengusaha pemangku kepentingan dari Kantor Pajak Bea dan Konsumsi Provinsi juga menyampaikan apresiasi atas tindakan Bea Cukai tersebut. Perusahaan Jimmy Santoso, Deputy General Manager Perusahaan Pengemasan Makanan Fuling Indonesia (FFPI), menggunakan fasilitas zona perdagangan bebas, menurutnya investor memiliki kepercayaan untuk berbisnis di Semarang, Jawa Tengah dan kemudahan birokrasi. Derajatnya tidak lepas dari sentuhan. Bea Cukai DIY Jawa Tengah, Bea Cukai Semarang dan Pak Budi Budiatmoko dari GINSI membantu kami. Bimbing kami sampai kami dapat melindungi fasilitas kawasan berikat. Kami menjamin bahwa kami akan melakukan yang lebih baik dan mematuhi semua peraturan pemerintah. Ketika kami memulai bisnis kami, kami menemui banyak kesulitan terkait dengan bahan baku. Kemudian, kami mendapat fasilitas di bawah binaan GINSI dan penanggung jawab bea cukai dan pajak konsumsi. Ini sangat penting untuk meningkatkan efisiensi ekspor dan impor, ”ujarnya.

PT FFPI yang berlokasi di Jalan Randugarut KM 13 Tugu, Semarang. Dan produsen kemasan minuman, semua produknya diekspor ke luar negeri.Perusahaan penyumbang valuta asing ini telah memperoleh tax convenience zona obligasi mulai 1 Juli 2020. Kapasitas produksinya mencapai 800 ton, dan harga komoditasnya sekitar US $ 900 / ton.- Menurut Jimmy, dengan adanya fasilitas free trade zone ini perseroan akan mampu menghasilkan profitabilitas bahan baku sebesar US $ 112,5 / ton, sehingga dalam waktu satu tahun akan tercapai cost-effectiveness sebesar US $ 90 juta. Jimmy juga mengungkapkan dalam 1-2 tahun ke depan perseroan juga akan merealisasikannya. Direncanakan untuk berinvestasi US $ 3 juta (setara Rp 42,7 miliar) dan US $ 7 juta dalam sepuluh tahun ke depan.Prospek pertumbuhan kegiatan PT FFPI telah sangat diakui oleh bea cukai. Sebagai bagian dari proses investasi dan pengembangan, kami berjanji untuk memberikan layanan terbaik.- — “Komitmen kami adalah memberikan layanan terbaik. Kebiasaan tersebut tidak akan berhenti sekaligus, tetapi akan terus memberikan dukungan agar perusahaan dapat terus maju. Bagi perusahaan yang mendapat fasilitas kawasan berikat yang memenuhi syarat, dapat ditingkatkan menjadi Kawasan Berikat Mandiri (KBM). Keunggulan KBM adalah minimalnya proses masuk dan keluar barang secara langsung. Proses bisnis KBM dilakukan secara mandiri dengan menggunakan sistem berbasis teknologi dan manajemen risiko untuk lebih menekan biaya impor dan ekspor serta mengurangi efisiensi waktu pengusaha “ujar Padmoyo. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: