Articles

Penggunaan fasilitas bea cukai selama pandemi Covid-19 untuk mendorong pemulihan ekonomi

Okt 21, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Menghadapi dampak virus Corona, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus menggalakkan pemulihan ekonomi. Selama pandemi Covid-19, Kementerian Keuangan memberikan berbagai insentif perpajakan dan prosedural melalui bea cukai dan pajak konsumsi untuk membalikkan penurunan kinerja ekonomi akibat dampak virus corona. Berdasarkan data per 19 Mei 2020, total nilai impor fasilitas perpajakan yang diberikan untuk impor barang pencegahan Covid-19 adalah Rp 2746789886242,21 Rp (2,74 triliun rupiah) yang merupakan produk impor terbesar dalam bentuk masker wajah, jumlah importir Adapun 106.571.092 macam fasilitas yang digunakan antara lain melalui program subsidi yayasan / lembaga sosial (PMK70), barang impor pemerintah pusat / daerah (PMK 171), penanggulangan Covid-19 (sesuai regulasi A 34), dan fasilitas tidak terpasang. Kemudahan yang diberikan sistem tersebut berupa pembebasan bea masuk (BM) dan pajak konsumsi, tidak termasuk PPN dan PPnBM, serta pembebasan impor PPh 22. Sejak 13 Maret hingga 19 Mei 2020, total nilai pembebasan pajak mencapai Rp 602.611.433.446 (602,61 miliar), dimana penyisihan BM adalah Rp258.914.186.623, belum termasuk PPN dan PPnBM sejumlah Rp239.704.964.515, dan pembebasan pajak penghasilan 22, total 103992282308 rpm. Selain itu, fasilitas impor tersebut juga telah memiliki sistem Surat Keterangan Asal (SKA) dengan negara mitra ASEAN. Secara rata-rata, pada tahun 2020, impor dengan menggunakan SKA akan mencapai sekitar 33% dari total impor mata uang asing. Impor pangan yang termasuk dalam 10 produk yang diimpor SKA adalah gula dan permen dari Australia, China, dan India. Masih dari segi fasilitas, bea cukai juga memberikan kelonggaran bagi perusahaan yang menggunakan fasilitas kawasan berikat (KB) dan fasilitas tujuan impor dan ekspor (KITE). Sejak 1 April hingga 26 April 2020, total nilai insentif perpajakan yang diberikan berupa pembebasan pajak Pasal 22 mencapai Rp882.637.858.209 (Rp882,63 miliar). Pihak bea cukai berkomitmen untuk memberikan layanan 24/7 kepada masyarakat melalui fasilitas dan keleluasaan kebijakan selama pandemi Covid-19, serta menyediakan berbagai fasilitas, sekaligus melakukan fungsi pengawasan untuk melindungi masyarakat dari masuknya barang berbahaya dan ilegal. Pengguna jasa dan masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Customs Contact Center di 1500225 (web chat real-time melalui bit.ly/bravobc) atau melalui media sosial @beacukairi. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: