Articles

Membangun sinergi Balikpapan, bea cukai dan pajak konsumsi mengunjungi Walikota Balikpapan

Okt 22, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka memperkuat sinergi yang terjalin antara pihak bea cukai dan Pemkot Balikpapan dalam hal pelayanan dan pengawasan, Kepala Kantor Bea Cukai Balikpapan Firman Sane Hanafiah (Firman Sane Hanafiah) Jumat (5) / 6) Mengunjungi Walikota Balikpapan di Kota Rizal Effendi).

Sejak pandemi Covid-19, Firman telah memulai dialog melalui berbagai fasilitas yang disediakan oleh bea cukai. Ia mengatakan: “Bea Cukai Balikpapan telah mendorong impor alat kesehatan terkait Covid-19 untuk mempercepat proses pengeluaran barang.” Selain itu, Fillman juga menyatakan bahwa batubara masih menjadi penyumbang devisa terbesar di Balikpapan. Selain itu, dijelaskannya, Wilayah Pengawasan Bea Cukai Balikpapan tidak hanya mencakup Kota Balikpapan, tetapi juga mencapai Kabupaten Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara di Tanah Grogot dan sebagian Kabupaten Kutai Kertanegara.

Di wilayah zona pengawasan yang sangat luas, Firman berharap sinergi dengan pemerintah kota ini dapat memperlancar kelancaran arus cukai dan cukai saat pandemi Covid-19. Kedua pemimpin juga membahas pendapatan departemen pajak. Hingga pertengahan tahun ini, Bea Cukai Balikpapan masih berusaha menyerap pendapatan dari dinas bea cukai. Firman berkata: “Meskipun tampaknya sulit untuk dicapai dalam pandemi ini, targetnya adalah 550 miliar rupee dan kami akan terus melakukan yang terbaik.“ Banyak orang telah ditutup, ”kata Rizal menanggapi. Ia menambahkan Dikatakan bahwa, di sisi lain, PNBP batubara dan DBH Migas juga mengalami penurunan. Oleh karena itu, ia menyimpulkan untuk menerima tujuan tersebut sepertinya menjadi hal yang sulit.

Selain itu, Rizal mengungkapkan persoalan yang lebih pelik Ibadah dan ekonomi bukanlah persoalan yang mudah untuk diselesaikan saat ini. “Beberapa kebijakannya masih ada sisi positif dan negatifnya, namun Rizal berharap masyarakat tidak hanya memandangnya dari satu sisi. Menerapkan kebijakan untuk mencegah orang meninggalkan rumah. “Jika kemacetan lalu lintas disebabkan oleh penutupan jalan, berarti masyarakat akan menerima tindakan disipliner yang lebih sedikit dalam menghadapi seruan pemerintah untuk tinggal di rumah. Tujuan akhirnya untuk mengurangi penyebaran penduduk. Ia menjelaskan kota di Balikpapan itu. Covid-19.-Usai pembahasan usai, Firman berharap sinergi antara pihak adat dan Pemkot Balikpapan terus berlanjut. “Kami Bea Cukai Balikpapan akan terus melakukan pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, sangat dibutuhkan kerjasama antar instansi pemerintah agar kinerja dapat berjalan seiring dengan baik, ”kata Firman. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: