Articles

Memanfaatkan fasilitas kepabeanan, meluncurkan produk penelitian dan teknologi inovatif untuk menangani Covid-19

Okt 22, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

Terus merebaknya TRIBUNNEWS.COM-Covid-19 mendorong pemerintah mengeluarkan berbagai inovasi teknologi. Sebanyak 55 produk riset dan aliansi inovasi akan dirilis Rabu (20/5).

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Joko Widodo) mengumumkan peluncuran kerjasama penelitian, teknologi dan inovasi dalam conference call yang diadakan di Istana Kemerdekaan. Produk inovatif untuk mempercepat penanganan Covid-19 pada pekerjaan anak-anak di Amerika Serikat.

Ada sembilan produk berkualitas tinggi, beberapa di antaranya telah dilihat langsung oleh Presiden Joko Widodo, antara lain rapid PCR kit IgG / IgM diagnostic test, emergency ventilator, immunomodulator, terapi plasma rehabilitasi, dengan Unit laboratorium bergerak dengan tingkat keamanan hayati darah (BSL) 2 untuk kecerdasan buatan yang mendeteksi Covid-19 dari sinar-X, robot medis, dan respirator pemurni udara dan radiasi ultraviolet.

Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, rilis kali ini mengangkat tema “Kebangkitan Inovasi di Indonesia”, menandai kebangkitan bidang kesehatan di bidang iptek nasional. Presiden Jokovy mengatakan bahwa dunia dengan cepat merespon epidemi ini, maka diperlukan inovasi konkret. Institusi dan instansi pemerintah terlibat langsung dalam penanggulangan Covid-19.

Bea Cukai Soekarno-Hatta yang diwakili langsung oleh office manager Finari Manan turut serta dalam pertemuan online ini. . Finari mengatakan: “Mengingat berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak bea cukai, menyangkut fasilitas darurat dan pembebasan barang impor untuk penanganan Covid-19, maka peran bea cukai di Soekarno-Hatta sangat penting dan sudah dimulai,” kata Finari. Oleh karena itu, penelitian tidak akan berhenti di laboratorium dan muncul dalam bentuk prototipe. Itu harus terus dilakukan dan mencapai hasil, sekalipun dimungkinkan memasuki tahap produksi skala besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, atau bahkan mengekspornya ke luar negeri, ”kata Chokovi. -Qiao Kewei mengungkapkan: “Sekarang saatnya industri berani berinvestasi. Sudah saatnya masyarakat juga mulai menyukai produk dalam negeri. Kita patut bangga dengan manufaktur di Indonesia. Kita harus terus meningkatkan ekosistem yang menguntungkan. Di akhir sambutannya ia mengumumkan bahwa ekosistem yang kondusif bagi tumbuh kembangnya inovasi dan industrialisasi, serta bangga dengan produksi nasional. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: