Articles

Bea Cukai Lampung mencegah penyelundupan 6,8 juta rokok ilegal

Okt 23, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Banda Lampung berhasil membersihkan total 6,8 juta batang rokok penyelundupan ilegal senilai Rp 7,2 miliar selama tiga hari berturut-turut, potensi kerugian negara mencapai Rp 4 miliar. Esti Wiyandari dari Kantor Bea Cukai Lampung memaparkan jadwal dari informasi masyarakat bahwa ada pengiriman rokok ilegal dari Jawa ke Sumatera pada Idul Adha. Pantau, hentikan, dan periksa beberapa moda transportasi yang diduga mengangkut rokok ilegal, “kata Esti.Sekitar pukul 18.00 WIB, Jumat (31 Juli 2020), tim menemukan truk yang diduga memuat tanpa dilampirkan cukai. Rokok ilegal di perangko Dia berkata: “Tim kami kemudian menindak sebanyak 910.000 batang rokok dengan total nilai sekitar Rs 1,1 miliar, dengan potensi kerugian sebesar Rs 493 juta. Penjelasannya.-Sesuai hasil pengembangan, lanjutkan dengan Esti. Sekitar pukul 13.30 WIB Sabtu (1/8/2020), tim polisi WIB berhasil kembali mengejar truk pengangkut rokok ilegal tanpa diikat pita cukai. : “Model ini tersembunyi di bawah kotak berisi 832.000 batang kopi. “Nilai Komoditi Mulai Rp 848.640.000, Potensi Kerugian Negara Mulai Rp 450.864.960.

Baca: Lampaui Target Juli, Pabean DIY Jawa Tengah Setor 20,64 Triliun Dolar AS ke Masyarakat di Perbendaharaan

Bukan Itu Esti merupakan petugas yang kembali ke pelabuhan Bakauheni, Minggu (2/8), sekitar pukul 17.00 WIB, Bank Dunia (WIB) menindak truknya dengan 5.120.000 rokok ilegal berbagai merek dengan nilai komoditas sekitar Rp 5.222.400.000, dan dapat merugikan negara sebesar Rp 3.037.798.400. — “Semua barang bukti yang diadili oleh tim pejabat, pelaku dan sarana pengangkut truk disita Datang ke kantor kami untuk penyelidikan menyeluruh, ”jelasnya.

Menurut Esti, tindakan ini seharusnya mengejutkan. Ini berdampak pada siapa saja yang terlibat dalam penyadaran dan peredaran rokok ilegal untuk memberantas pelaku publik. Dan agitasi dialami oleh perusahaan yang sah, dan jaminan perpajakan negara-negara yang dirugikan. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: