Articles

Bea Cukai Balikpapan menghancurkan barang ilegal senilai 2,6 miliar rupee

Okt 26, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Kaltim dan Bea Cukai Balikpapan memusnahkan berbagai barang sitaan pada 2020, total nilai barang mencapai 2,6 Miliar rupiah, Rabu (12/8).

Kepala Kantor Bea Cukai Balikpapan Menteri Firman Sane Hanafiah mengatakan, pihaknya akan terus berupaya menghapus pergerakan produk konsumen ilegal dan barang yang tergolong barang terlarang dan dibatasi. Industri yang mematuhi semua peraturan dan membayar cukai sesuai dengan kewajibannya- “Saya berharap melalui tindakan ini tidak ada lagi barang ilegal dan perlindungan moral masyarakat dari pelanggaran. Pornografi dan pornografi berdampak negatif terhadap terwujudnya adat istiadat sebagai salah satu pelindung masyarakat. Pengaruh, “katanya.

Fierman mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir, serangkaian penuntutan telah melibatkan 539.419 batang rokok ilegal, 8 b Mesin Pengolah Tembakau Lainnya (HPTL), dan 96 diperoleh secara ilegal dari berbagai penjuru Balikpapan dan tempat lain di Kalimantan Timur. Itu dilakukan dalam bentuk alkohol. Sebagai penegak hukum, pihaknya mengontrol dalam bentuk barang terlarang, sebanyak 666 sex toys, 3.735 barang terlarang dan 36.821 barang terlarang dikendalikan, serta larangan lain yang didapat melalui barang yang dikirim melalui Pos Indonesia.

Lebih lanjut, Firman menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan terhadap barang yang tidak memiliki meterai pajak konsumsi / barang yang tidak dibubuhi cap pajak konsumsi, sehingga melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007, “Tentang Barang Yang Dilarang dan Dibatasi. “Konsumsi dan Penuntutan” karena tidak sesuai dengan hukum setempat dan Pengumuman Bea Cukai No. 17 tahun 2006.

Barang Milik Negara (BMN) Hancur terdiri dari 15 persetujuan yang diterbitkan KPKNL atas 22 BMN, yang sebelumnya merupakan komoditas otonom setelah 2015-2020. Pada tahun 2020, barang permanen diproses melalui prosedur hukum berupa 9 BMN.

“Perkiraan nilai barang yang dimusnahkan adalah Rp 2.651.851.617 sehingga menimbulkan kerugian nasional sebesar Rp685.105.205”, hal ini diumumkan oleh Firman. Penghancuran tersebut dilakukan dengan cara menyulut dan secara simbolis menghancurkan halaman Kantor Bea dan Cukai Balikpapan, selanjutnya secara keseluruhan akan dibakar di tempat pembuangan akhir di distrik Manga kota Balikpapan yang mengakibatkan kehancurannya. Itu tidak memiliki nilai ekonomi. (*)

Leave A Comment

  • Rate this recipe: