Bea Cukai Archive

Browsing posts in: Bea Cukai

Sinergi Bea Cukai Kediri dan BBKP Surabaya akan menghancurkan 1,5 ton sawi putih

Des 01, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments
Des 01, 2020 0

TRIBUNNEWS.COM-Sinergi Balai Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya dan Bea dan Cukai Kediri menghancurkan 1,5 ton benih sawi putih asal Korea Selatan senilai Rp 1,2 miliar pada Kamis 16/7. Bijinya dimusnahkan untuk menghindari penyebaran penyakit tanaman yang potensial di Indonesia — karena biji sesawi putih mengandung bakteri A1 atau belum pernah ditemukan di Indonesia. Berdasarkan hasil laboratorium BBKP di Surabaya ditemukan bakteri Pseudomonas Viridiflava dan A2 Pseudomonas Chicorii pada biji sawi putih.

“Semua produk luar negeri yang akan masuk ke dalam negeri harus lulus tes terlebih dahulu. Terkait benih sawi putih ini, menurut dia, banyak syarat untuk mengimpor daun sawi dari negara ginseng sudah terpenuhi,” jelas Musyaffak. Widodo Wiji Mulyono, Kepala Dinas Intelijen dan Bea Cukai Kediri, menjelaskan beberapa syarat impor bibit sawi putih yang diimpor, termasuk memberikan dokumen lengkap jika diperlukan, seperti sertifikat phytosanitary untuk sertifikat saniter. Dia mengatakan bibit sawi putih harus mendapat izin impor dari Menteri Pertanian dan bebas organisme berbahaya. “Katanya ini untuk mencegah penyebaran hama tanaman dengan cara membakar biji sawi putih. Tidak ada hama, yakni bakteri Pseudomonas viridi flava dan Pseudomonas chicorii,” kata Musyaffak.

Musyaffak mengatakan bahwa bakteri Pseudomonas chicorii pada biji sawi Cina dari Korea Selatan dapat menjadi ancaman serius bagi tanaman. Pertanian, khususnya tanaman hortikultura.

Dalam kasus pemusnahan benih sawi, layanan pertanian juga disediakan. Serta tanaman pangan Kabupaten Kediri serta Kepala Badan Intelejen dan Penegakan Adat Kediri. Selain itu, ada Polres Wates, Kodim Wates, dan PT KSI sebagai pemilik produk. (*)

Unit Investigasi Kriminal dan Bea Cukai ditangkap oleh Jaringan Internasional Aliansi Narkoba Internasional, mantan pelaku narkoba

Des 01, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments
Des 01, 2020 0

TRIBUNNEWS.COM, Tangerang-Bea Cukai, Bareskrim Polri, dan Kementerian Hukum dan HAM berhasil menemukan jaringan aliansi narkoba internasional yang berupaya menyelundupkan narkoba ekstasi dari Amsterdam, Belanda ke Indonesia. -Bareskrim Polri menerima informasi bahwa paket akan dikirim dari Belanda ke Indonesia, dan dikirim ke bea cukai serta memberikan informasi kepada bea cukai. -Bareskrim, dengan bantuan bea cukai Soekarno-Hatta, kemudian melakukan penyelidikan dan menyatakan bahwa paket tersebut telah dikirim. Kwitansi pengiriman menyatakan bahwa di dalamnya terdapat gaun pengantin dan diketahui paket tersebut telah ditahan di Singapura selama sehari.

Finari Manan, Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta, mengatakan: Dalam kasus ini, empat pelaku ditangkap karena pengembangan bersama. – Empat pelaku yang ditangkap adalah H alias Anto, S alias Doyok (narapidana Lapas Makassar), HS (narapidana Narkoba Sungguminasa) dan HL alias Ardi (narapidana) (Lapas Narkoba Sungguminasa). Ada yang menyebut H mantan petugas polisi yang masuk dan keluar penjara karena kasus serupa. -Paket ekstasi dari Belanda tiba di Bandara Sukarno Hatta pada 1 Agustus 2020. Paket tersebut disimpan di dalam koper dan ditemukan ekstasi seberat 2.074 gram. Dikirim ke Makassar.

“Pengirim paket tertera atas nama WN Belanda JC tujuan (atas nama pengirim)) Mengenai alamat tujuan,” Makassar, Sulawesi Selatan ” , Finari menambahkan.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 113 ayat 2, Pasal 114 ayat 2, dan Pasal 112 ayat 2 di bawah Pasal 132 ayat 1 dan Nomor 35 tahun 2020 Indonesia. Pasal 132, paragraf 1, Undang-Undang Republik menetapkan ancaman hukuman mati tertinggi. (*)

Untuk mendukung pemulihan ekonomi negara, Bea Cukai Daerah Sumbar memberikan fasilitas berikat

Des 01, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments
Des 01, 2020 0

TRIBUNNEWS.COM-Dampak pandemi Covid-19 menarik perhatian semua pihak, termasuk di bidang perdagangan dan ekonomi. -Pabean mempunyai tugas dan fungsi sebagai fasilitator perdagangan dan pendamping industri.Bahkan dalam pandemi, pihak bea cukai tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Hal itu terungkap pada Rabu (09/09) oleh Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai (Kanwil) Bea dan Cukai Sumatera (Sumbagbar) Yusmari Tashi Sumatera (Sumbagbar).

Menurutnya, untuk memulihkan stabilitas perekonomian Indonesia, meminimalisir dampak wabah Covid-19 terhadap industri, dan mencegah penyebaran Covid-19, pemerintah memberikan kemudahan bagi dunia usaha, termasuk kemudahan perpajakan dan prosedural. . Yumariza mengatakan: “Pembebasan Bea Masuk (PDRI). Dalam rangka pemberian fasilitas berikat, Bea Cukai Sumbar mengeluarkan surat keputusan pada 1 September 2020. Nomor persetujuannya adalah KMK-100 / KM .4 / WBC .06/2020 (tanggal 1 September 2020), mengenai pengaturan sebagai kawasan berikat dan pemberian izin kontraktor kawasan berikat kepada PT Padang Raya Cakrawala. China) menunjukkan proses bisnis melalui video conference sebagai izin pemasangan Acara ini diselenggarakan dan diikuti oleh perwakilan PT China, Kantor Pabean Telok Bakur, Biro Perpajakan Padang Dua dan Dinas Bea dan Tarif Sumatera Barat.Proses perdagangan merupakan rangkaian langkah yang harus diselesaikan oleh perusahaan yang membutuhkan fasilitas kawasan berikat. “Yusmariza menjelaskan.

PT Padang Raya Cakrawala didirikan di Padang, Sumatera Barat, merupakan perusahaan penghasil produk kelapa sawit. Pemerintah China, melalui kemudahan yang diberikan oleh bea cukai, mengajukan permohonan kawasan berikat ke PT China, yaitu pemerintah memberikan kebijakan pajak preferensi, termasuk bea masuk tangguhan, PDRI gratis dan pembebasan pajak konsumsi.

“Diharapkan melalui kemudahan seperti ini, perusahaan dapat menekan biaya produksi sajak dan menciptakan harga yang kompetitif, sehingga dapat mendorong perkembangan global perusahaan, meningkatkan daya saing, mendorong pertumbuhan ekspor dan meningkatkan investasi, serta membentuk zona perdagangan bebas. Yusmariza mengatakan: “Sudah disesuaikan dengan persyaratan bea cukai. Ia juga berharap dengan adanya fasilitas kepabeanan dapat membantu meningkatkan aktivitas industri di Sumatera Barat sehingga memungkinkan perekonomian negara pulih kembali. Pandemi COVID-19. (*)

Bea Cukai di wilayah Riau dan Pekanbaru memberantas rokok ilegal melalui operasi pasar

Des 01, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments
Des 01, 2020 0

TRIBUNNEWS.COM-Kantor Bea dan Cukai Daerah Riau de Pekanbaru beroperasi di pasar untuk memberantas peredaran rokok ilegal di Provinsi Riau. Kali ini, mulai 20 hingga 24 Juli 2020, sinergi operasi pasar direalisasikan di wilayah Kampar dan Pekanbaru. Dalam proses pelaksanaannya, pihak bea cukai juga melakukan kegiatan penyadaran di kalangan pedagang tentang jenis rokok ilegal, perbedaan antara rokok ilegal dan legal, serta pentingnya cukai untuk penerimaan dan belanja anggaran negara (APBN).

Tidak hanya kegiatan sosial yang beroperasi di pasar bersama ini, dua toko yang masih menjual rokok ilegal dan distributor yang kedapatan mengedarkan rokok juga digugat. Rokok ilegal di toko terdekat.

Sebanyak 549.978 batang rokok ilegal disita dan dilakukan 43 tindakan penegakan hukum (43 SBP) dengan nilai estimasi masing-masing 559.067.280 dan Rp. 559.067.280 dan potensi kerugian negara Rp. 304.336.243.

“Kami juga menginformasikan kepada pengusaha bahwa dengan menjual rokok ilegal tersebut, mereka melanggar UU No. 39 tahun 2007. Terkait Pasal 54 Pajak Konsumsi, mereka dapat dijatuhi pidana kurungan minimal satu tahun dan pidana kurungan maksimal lima tahun. Dan / atau denda pidana, jumlahnya minimal dua kali lipat dari nilai pajak konsumsi dan hingga sepuluh kali lipat dari nilai pajak konsumsi yang terutang, ”tambah Ronnie.

Dalam pelaksanaannya, pihak Bea Cukai Kanwil Riau dan Bea Cukai Pekanbaru juga telah berkoordinasi dengan Kodim 0313 Kampar untuk menjaga kondisi keamanan yang kondusif. Mengingat sinergi antara bea dan cukai dengan aparat penegak hukum lainnya, koordinasi ini dilakukan secara berkala mengingat kawasan ini akan menghadapi beberapa tantangan dalam menjalankan fungsinya. Dari sisi operasi pasar, masyarakat diharapkan semakin waspada terhadap larangan penjualan dan peredaran rokok ilegal. Selain itu, penegakan hukum rokok ilegal harus menjadi pencegah setiap toko yang menjual rokok agar kesalahan yang sama tidak terjadi di kemudian hari. (*)

Bea Cukai Lampung menindak penyelundupan 6,8 juta rokok ilegal

Des 01, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments
Des 01, 2020 0

TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Banda Lampung berhasil membabat total 6,8 juta batang rokok penyelundupan ilegal senilai Rp 7,2 miliar selama tiga hari berturut-turut, potensi kerugian negara mencapai Rp 4 miliar. Bea Cukai Lampung, Esti Wiyandari, menjabarkan jadwal dari informasi publik dan mencontohkan adanya pengiriman rokok ilegal dari Jawa ke Sumatera pada hari Idul Adha.

“Pada hari Idul Adha, petugas tim kami pindah ke pelabuhan Bakauheni. Esti mengatakan:” Kami harus memantau, menghentikan dan memeriksa beberapa kendaraan pengangkut yang diduga membawa rokok ilegal. Baca: Pabean DIY Provinsi Jateng Sita 3,8 Juta Rokok Ilegal-Esti menjelaskan detailnya: 00 WIB, Jumat (31/7/2020), tim menemukan truk yang diduga tak ditautkan. Rokok ilegal dengan stempel cukai menjelaskan, “Tim kami kemudian menindak sebanyak 910.000 batang rokok dengan nilai total sekitar US $ 1,1 miliar. Rp dan potensi kerugian negara Rp 493 juta. -Menurut hasil pengembangan, lanjut Esti pada Sabtu (1/8/2020) sekitar pukul 13.30 WIB. Tim polisi WIB kembali berhasil mengejar truk pengangkut rokok ilegal tanpa menggunakan lakban. Nilai komoditas Dari Rp 848.640.000 menjadi potensi negara Rp450.864.960.

Baca: Lampaui target Juli, Pabean DIY Jawa Tengah setor 20,64 miliar dolar AS ke Kementerian Keuangan — dan tak berhenti sampai situ, kata Esti. Seorang petugas kembali ke Pelabuhan Bakoheni sekitar pukul 17.00 pada Minggu (2/8). Departemen Kepolisian Ethiopia menangkap sebuah truk yang membawa 5.120.000 rokok ilegal berbagai merek yang nilainya sekitar Rp 5.222.400.000, dan Negara bisa rugi Rp3.037.798.400. — “Semua barang bukti yang dikejar oleh petugas konvoi, pelaku dan sarana angkutan truk dibawa ke kantor kami untuk dilakukan penggeledahan secara menyeluruh. Berpartisipasi dalam meningkatkan kesadaran dan mendistribusikan rokok ilegal untuk menghilangkan agitasi yang dialami oleh publik dan pelaku hukum perusahaan dan untuk memastikan perpajakan negara-negara yang dirugikan. (*)

Bea Cukai mengapresiasi kerja sama yang bertujuan menghilangkan peredaran narkoba

Des 01, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments
Des 01, 2020 0

TRIBUNNEWS.COM-Kerja sama antar instansi pemerintah sangat dibutuhkan untuk menghilangkan peredaran narkoba di Indonesia.

Sebagai aparat penegak hukum yang memiliki kewenangan mengawasi pergerakan barang di dalam dan luar negeri, bea cukai juga aktif melakukan kerja sama dengan instansi pemerintah lainnya dan melakukan berbagai tindakan untuk memberantas penyelundupan narkoba.

Atas kerjasama yang baik seperti ini, lembaga-lembaga yang ikut bersinergi mengapresiasi bea cukai dan pajak konsumsi di beberapa daerah.

Kamis (06/08) Douanes dan Dumais et excises Dumais diperoleh dari Kepala Badan Narkotika Nasional (BNNK) kota Dumai Sebuah penghargaan. Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dan prestasi seluruh kegiatan peredaran gelap narkoba pada tahun 2019 dan 2020.

Fuad Fauzi, Kepala Kantor Bea Cukai Dumai mengungkapkan bahwa Bea Cukai Dumai dan BNNK Dumai terlibat dalam berbagai Terus bekerja sama dalam operasi penangkapan untuk memberantas peredaran narkoba ilegal. Jaringan internasional.

“Selama ini kerjasama yang baik dalam pertukaran informasi selalu menjadi faktor penting dalam pemberantasan obat-obatan terlarang. Narkoba. Tidak hanya itu, kerjasama strategi dan teknik penangkapan ikan juga memberikan hasil yang terbaik. Sampai saat ini, bersama Dengan kerjasama tersebut maka segala kendala dan celah dapat teratasi dengan baik. Hal ini sangat penting dilakukan bersama dengan BNN dan aparat penegak hukum lainnya. ”

Bersamaan dengan itu dibawakan oleh BNN Kabupaten Mimika pada Rabu (05/08) Pada rapat kerja program pemberdayaan komunitas narkoba, Adat Amamapare berperan aktif di Bubba Mimika. BNNMimika menyampaikan terima kasih kepada Kantor Bea Cukai Amamapare yang selama dua tahun terakhir rutin melakukan tes urine kepada seluruh pegawai dan berperan aktif dalam memerangi peredaran narkotika di lingkungan pemerintahan.

I Made Aryana, Direktur Jenderal Bea Cukai Amamapare, telah mengumumkan komitmen untuk memberantas peredaran narkotika di Kabupaten Mimika.

“Mengingat peredaran ganja dan n mimika jenis narkotika sudah sangat populer, kami akan terus memperkuat pengawasan melalui upaya bersama.“ Kami juga berharap dapat memperkuat pengawasan di bandara ”, kami mengumumkan.

Kami Diharapkan dengan adanya konferensi kerja seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masing-masing instansi dan memungkinkan mereka untuk berperan aktif dalam aksi mogok kerja Kabupaten Mimika, khususnya peredaran narkoba di instansi pemerintah.

Bea Cukai Daerah Jawa Timur II dan Dinas Pajak Daerah Jawa Timur III bekerja sama untuk mengoptimalkan penerimaan negara

Des 01, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments
Des 01, 2020 0

TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka memperkuat kerjasama dan optimalisasi kegiatan pengawasan dan pelayanan bagi wajib pajak, eksportir dan importir, Kantor Bea dan Cukai Wilayah II Jawa Timur dan Kantor Pajak Wilayah Jawa Dongfang III menyelenggarakan kegiatan tahun fiskal 2020 pada Selasa lalu. Rencana detasemen diluncurkan pada tahun ini. (7/14). -Diadakan secara online dan offline, sejak tahun 2017 event tahunan ini juga telah diikuti oleh Kepala Kantor Bea Cukai Daerah Jawa Timur II, Kanwil DJP Jawa Timur III, wilayah kerja tutor mandiri dan mandiri. , Oentarto Wibowo dalam sambutannya mengemukakan bahwa rencana tersebut juga bertujuan untuk mengoptimalkan pendapatan negara. Kerja sama kedua lembaga di bawah Kementerian Keuangan ini dinilai memberikan kontribusi penting bagi penerimaan negara dari departemen perpajakan dan pajak konsumsi.

“Namun, passionnya tidak hanya untuk mendapatkan potensi pendapatan negara. Ia juga menyatakan ada tujuan lain, seperti mempermudah pengelolaan pajak.“ Tidak hanya harus membayar pajak, tetapi juga membayar pajak nasional dalam pajak konsumsi.

Menurut Oentarto, rencana kolaboratif ini merupakan pekerjaan tambahan yang bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan semua sumber daya yang tersedia untuk mendukung pencapaian target pajak nasional dan tarif impor melalui dua jenis pajak. Ia menjelaskan: “Pasalnya dalam kegiatan posting ini, tim pajak dan bea cukai dapat saling bertukar data, informasi dan pengetahuan terkait proses bisnis masing-masing instansi.” Perpajakan dapat menggunakan informasi tersebut untuk mencapai tujuan penerimaan. (*)

Bekerja sama dengan pemerintah daerah, bea cukai dan Java DIY Center untuk memfasilitasi pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Kendall

Des 01, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments
Des 01, 2020 0

TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka percepatan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Kendall, pihak Bea Cukai dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melakukan koordinasi dalam rapat peluncuran Dewan Provinsi Kawasan Ekonomi Khusus. Provinsi Jawa Tengah, Selasa (14/7).

Wahyu Utomo, Ketua Panitia Kawasan Ekonomi Khusus, menyatakan pengembangan kawasan industri tentunya disertai dengan belanja modal yang besar harus sejalan dengan pemulihan perekonomian nasional. Tindakan stimulus utama. Jadwal acara. – “Kami berharap hal ini berdampak pada UMKM dan dunia usaha. Kemudian, kami perlu meningkatkan investasi di bidang pembangunan infrastruktur dan industri,” jelas Wahyu. Wilayah pesisir utara Jawa Tengah dikenal dengan Koridor Ekonomi Pantura. -Ganjar Pranowo, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, menaruh harapan kepada pemerintah pusat dengan harapan bisa mempercepat pembangunan kawasan industri. “Kalau disuruh buru-buru pasti baikan dan adrenalin saya naik. Karena itu penting bagi kita untuk membuat perekonomian cepat pulih. Selain itu, saya juga berharap bapak ibu bisa fokus pada keadaan saat ini. Kondisi eksternal (terkena Covid-19) sudah dilakukan beberapa langkah yang tentunya perlu disesuaikan, ”kata Ganjar di hadapan seluruh perwakilan. Instansi terkait.

Ganjar sangat berterima kasih kepada adat istiadat atas perannya dalam pembangunan ekonomi Jawa Tengah. “Fasilitas kepabeanan dan kemudahannya. Bagi pemangku kepentingan, ini sangat penting,” ujarnya kepada Padmoyo Tri Wikanto, Kepala Kantor Pajak Bea dan Konsumsi Daerah DIY, Jawa Tengah. Tri Wikanto menjelaskan, kawasan ekonomi khusus Kendal adalah pelabuhan. Dinas Bea Cukai DIY Jawa Tengah menyediakan fasilitas pusat logistik berikat dan kawasan berikat dengan konsep dry port. Terry mengatakan: “Soal perizinan tentu kami akan lakukan yang terbaik. Dari segi transportasi, jika memungkinkan, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan fasilitas kereta api dan pelabuhan darat. Investasinya bisa lebih kecil dan lebih cepat.” Kawasan Ekonomi Khusus Kendall terletak di Bonadem, Kumpul Rejo, Kecul Kaliwungu, Kabupaten Kendall.Lokasi strategis dekat dengan Pelabuhan Internasional Tanjung Emas, melewati jalan tol Trans Jawa, jalan pesisir utara Pulau Jawa dan Jakarta-Semaran-Su Kereta Api Ganda Labaya.

“Sektor industri yang direncanakan berorientasi ekspor. Mendukung produk substitusi impor Industri 4.0, produk berteknologi tinggi dan aplikasi khusus, serta logistik industri,” kata Tri. Menurut dia, pada 2025, KEK Kendal diharapkan bisa menarik investasi Rp 727 triliun dan memiliki 20.000 karyawan.

Provinsi Jawa Tengah yang banyak diminati investor industri sudah memiliki infrastruktur dan sumber daya manusia yang lengkap, yang menjadi alasan utama pengembangan kawasan ekonomi khusus. (*)

Penulis rokok ilegal dijatuhi hukuman penjara jangka waktu tetap dan denda

Des 01, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments
Des 01, 2020 0

TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Banyuwangi terus melakukan tindakan aktif terhadap pemasok dan distributor rokok ilegal serta menangkap pelakunya dengan menahan ribuan bungkus rokok ilegal dan selanjutnya dijatuhi hukuman kurungan dan denda.

Jum’at (26/6) Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi menghukum terdakwa AT berinisial AT karena terbukti melakukan tindak pidana penyimpanan dan penjualan rokok secara ilegal. AT divonis satu tahun penjara dan denda Rp 32.869.200.

R. Evy Suhartantyo, Direktur Biro Bea Cukai Banyuwangi, mengungkapkan hal itu bermula saat AT dilindungi petugas Bea Cukai Banyuwangi, Kamis (20/2) lalu. Di rumahnya di Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi, karena AT menyimpan dan memiliki 1.966 bungkus rokok merek berbeda setelah ditangkap, tidak dibubuhkan pada pita cukai yang menumpuk di rumahnya. .

Berdasarkan fakta persidangan, AT mengaku mendapat rokok dari seorang warga Pamekasan (DPO) di Madura dan kemudian menjualnya di berbagai ruas jalan di Banyuwangi. — AT didapati melanggar Pasal 39 Undang-Undang Nomor RI Tahun 2007 Pasal 56 Pajak Konsumsi, yang berbunyi sebagai berikut: “Mengumpulkan, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau menyediakan barang konsumsi yang diketahui atau layak diperoleh Siapapun. Idenya bahwa hal itu disebabkan oleh tindak pidana berdasarkan hukum, yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu tahun) dan paling lama 5 (lima) tahun, dan denda paling sedikit 2 kali lipat nilainya. Pajak konsumsi Jumlah pajak tersebut sampai dengan sepuluh (sepuluh) kali lipat dari jumlah pajak. Saya berharap pajak konsumsi yang seharusnya dibayar “.

” Dalam hal ini, saya berharap dapat memberikan efek jera bagi tergugat dan dapat digunakan sebagai tempat magang agar memiliki masa depan yang baik Karena Evy menyimpulkan dan memperingatkan komunitas lain bahwa menjual rokok biasa atau tidak dengan stempel cukai adalah ilegal. (*)

Bea Cukai mendukung IKM untuk meningkatkan perekonomian Indonesia melalui ekspor

Des 01, 2020 Posted in Bea Cukai 0 Comments
Des 01, 2020 0

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR-Bea Cukai Bogor dan Bea Cukai Jabar dibawah pengawasan PT UCC Victo Oro Prima melepas 4,8 ton biji kopi sangrai pada Selasa (18/8/2020), yang akan diekspor ke Shanghai, China. — -PT UCC Victo Oro Prima (Victo Oro Prima) merupakan salah satu Penerima Fasilitas Ekspor Industri Kecil Menengah (KITE IKM) yang bergerak di bidang industri pengolahan kopi. -Jenis barang impor muncul dalam bentuk bahan kemasan. Pelepasan produk kopi sangrai yang terdiri dari biji kopi bubuk dan biji utuh dimaksudkan untuk dijual secara lokal di Taiwan, Korea Selatan, dan China, kemudian diekspor ke Vietnam.

“Bea Cukai telah bekerja keras membantu perusahaan mendapatkan stimulus keuangan. Biro Bea Cukai Jabar mengatakan:“ Saya berharap IKM Jabar dapat memberikan kontribusi yang besar untuk meningkatkan volume ekspor dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jabar bahkan Indonesia. Ketua Saipullah Nasution .

Direktur PT UCC Victo Oro Prima Victor Waskito Purwana mengatakan: Dalam kondisi seperti saat ini, permintaan ekspor membuktikan keberadaan perusahaan. Tentunya dalam proses penerapan perjanjian sanitasi yang ketat, Dukungan semua pihak-ekspor produk kopi olahan yang dilaksanakan oleh PT. UCC Victo Oro Prima diharapkan dapat menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah untuk memberikan insentif kepada perusahaan kopi lain untuk berpartisipasi di pasar lokal dan internasional sehingga dapat bersama-sama berkontribusi pada perpajakan nasional. (*)

Laman:«1...78910111213...393»