Articles

Kontraktor transportasi yang menuntut pembatasan penumpang menghadapi ancaman pencabutan izin usaha

Okt 29, 2020 Posted in Otomotif 0 Comments

Wartawan Tribunnews.com Igman Ibrahim lapor Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Seiring pengetatan PSBB, Dinas Manajemen Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengancam akan membatalkan izin operasi angkutan umum yang tidak sesuai dengan pembatasan lalu lintas. Tim Lalu Lintas Bom Polda Metro Jaya Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, angkutan umum yang direncanakan bisa berupa minibus, chais, dan taksi. Ia mengatakan para pengemudi didesak untuk memberlakukan pembatasan angkutan penumpang.

Jika terjadi pelanggaran, polisi tidak akan mengenakan denda kepada pengemudi. Menurut Sambodo, polisi memberikan sanksi kepada pelaku usaha.

“Di Pergub 79, sanksi tidak diberikan kepada pengemudi, tetapi sanksi kepada pelaku niaga. Artinya pemilik angkutan,” kata Sambodo kepada wartawan. , Rabu (23/9/2020) .

Baca: Angkutan umum dan taksi yang mengangkut lebih dari 50% penumpang akan dipaksa menyerah

Ia mengatakan, polisi akan selalu menoleransi pelanggaran pertama. Berikan hukuman tertulis. Namun, pelanggaran selanjutnya polisi akan mengenakan denda mulai dari ribuan hingga ratusan juta rupiah kepada pelaku usaha.

Baca: Seminggu Pasca PSBB, Jumlah Penumpang Angkot di Jakarta Menurun 22,83% -Jika Ini Pelanggaran Pertama, Akan Keluar Teguran Tertulis. Jika melanggar aturan lagi, Anda bisa dikenakan denda 50 juta rupiah, dan 100 juta rupiah untuk pelanggaran berikutnya. Kemudian datang ketiga dan keempat Rs 150 juta. “. Dalam beberapa hari, Anda akan dikenakan pembekuan izin usaha. Dia menyimpulkan. Sebelumnya, bagian manajemen lalu lintas Polda Metro Jaya akan mengeluarkan penumpang dagu, mikrolet, dan taksi yang tidak memenuhi batas penumpang 50%. Hal ini untuk mencegah pengetatan PSBB. Selama kurun waktu penyebaran Covid-19. — Ia mengatakan, peraturan gubernur mengatur pembatasan angkutan penumpang untuk mencegah penyebaran virus corona. Polisi berharap semua pihak patuh pada aturan tersebut. – “Kita tahu angkutan umum itu Batasnya adalah 50%. Misalnya, angkot di kursi seberang hanya bisa memuat 1 pengemudi, 3 penumpang di kanan dan 2 penumpang di kiri. Untuk bajaj, operasi ini tidak bisa diselesaikan. 1-1. Lalu, untuk taksi two seater, ”terangnya.

Menurutnya, General Equipment akan terus menyiarkan informasi kepada masyarakat guna memahami aturan baru tersebut. Ia mengatakan meme leaflet itu terkait dengan pengemudi angkutan umum. Share, alokasi kursi penumpang belakang dalam lalu lintas perkotaan, penataan seperti apa yang sesuai dengan regulasi.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: