Articles

Tembus 72 kali sehari, maka angka kematian di Indonesia lebih tinggi dari angka kematian akibat Covid-19

Des 02, 2020 Posted in Otomotif 0 Comments

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Aturan lalu lintas di jalan raya harus menjadi budaya semua warga agar semakin banyak orang kehilangan nyawa dengan mengabaikan rambu lalu lintas dan mengendarai kendaraan. Pudji Hartanto MM mengatakan, angka kecelakaan dan kematian di jalan raya di Indonesia masih tinggi.

Pudji Hartanto membandingkannya dengan jumlah korban tewas akibat pandemi Covid-19 saat ini.

“Jumlah korban tewas akibat pandemi Covid-19 di Indonesia mencapai 30 orang per hari. Sedangkan korban kecelakaan lalu lintas jalan raya 2-3 orang per jam atau sekitar 72 orang per hari.” Pembicara. Dalam acara Zoom! Pada Senin (20/7/2020) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Mengemudi Indonesia (INDI), laporan bertajuk “Safe Driving Saat Pandemi” melaporkan bahwa angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas lebih tinggi daripada yang disebabkan oleh Covid-19.

Baca: Untuk Mengurangi Dampak Anti Kecelakaan, Kementerian Perhubungan Wajibkan Truk Pasang Perlengkapan RUP- “Jumlah ini tinggi, dan lebih dari 40% hingga 50% korban di jalan raya bekerja antara usia 15 hingga 35 tahun. Antara. “A-Pada seminar ini, Istiono mengatakan pihaknya menyambut baik inisiatif Partai Kemerdekaan India dengan dukungan semua pihak dalam acara ini.

Baca: Kecelakaan Cianjur: Pengendara motor meninggal dunia setelah diseret 10 meter di bawah truk.

“Selama pandemi, kecelakaan lalu lintas jalan raya dan jumlah korban menunjukkan tren menurun. Namun di awal masa transisi, tren kenaikan hampir sekali lagi terlihat di panel pra-panel. Dia mengatakan bahwa kita harus bekerja keras untuk menahan kenaikan. Tren mewaspadai tren ini Istiono .

Indonesia Driving Institute (INDI) digagas oleh Robby Prakoso dan Aldrian Suwardi Chandra, pegiat balap reli sprint roda empat dan mereka juga berkomitmen untuk mengajarkan berkendara yang aman.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: