Articles

Pengamat: Indonesia tertinggal dari negara tetangga dalam hal bahan bakar ramah lingkungan

Des 12, 2020 Posted in Otomotif 0 Comments

Reporter berita Tribunnews Malvyandie Haryadi melaporkan, pengamat industri otomotif Jakarta Mukiat Sutikno mengenang, penggunaan bahan bakar ramah lingkungan di Indonesia jauh tertinggal dari negara lain. Bahkan di Asia Tenggara.

“Sebagian besar negara lain juga punya Euro 4. Bahkan Singapura punya 5 Euro hingga 6 Euro. Di Indonesia sendiri masih ada 2 Euro dan 3 Euro,” kata Mukiat Sutikno di Jakarta, Kamis (24/9/2020). .

Jadi Indonesia harus mengikutinya. Kalau tidak, tentu dia akan tertinggal. Jika Anda menyamakannya dengan oktan dan tetap menggunakan Mukiat, Anda harus menggunakannya setidaknya dengan BBM dengan RON lebih besar dari 90. -Ini sebabnya, menurut Mukiat, mau tidak mau Indonesia harus segera menggunakan bahan bakar oktan tinggi. – “Perubahan RON rendah ke RON tinggi ini sangat penting untuk memastikan kita patuh pada negara tetangga. Karena Indonesia paling terabaikan. Kita juga telat dibanding Thailand,” kata Mukiat.

Baca: Harga BBM Tak Pernah Turun, BPK Desak Cek Pertamina

Dari sisi industri otomotif, oktan tenaga BBM perlu dinaikkan, karena hampir semua merk sepeda motor di Indonesia juga dijual asing.

Karena itu, industri otomotif mau tidak mau harus menyesuaikan kondisi mesin sebelum menjual ke luar negeri. -Membaca: Perlu diketahui bahwa saat kendaraan idle dalam waktu lama selama PSBB kualitas bahan bakar akan menurun, begitulah cara mengatasi masalah tersebut – menurutnya akan berpengaruh pada biaya produksi. Bahan bakar juga menggunakan RON tinggi, tentunya industri tidak perlu melakukan penyesuaian apapun. “- Dia bilang: -Dari sudut pandang konsumen, bahan bakar oktan rendah akan berdampak negatif pada performa kendaraan bahkan kondisi mesin.

Dia melanjutkan, secara teknis, bahan bakar oktan rendah akan Kendaraan. Selain menurunkan performa, juga berpengaruh pada keawetan mesin. “Gatal, menghasilkan ruang bakar dan gas buang, serta memperpendek umur mesin,” jelas Mukiat Berisi bahan bakar berkualitas buruk Setelah itu pasti akan berpengaruh pada mesin, karena harus diberi minuman yang sehat, tapi kotor, sehingga mobil akan melukai perut anda, oleh karena itu hasilnya tidak baik untuk kendaraan.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: