Articles

Ups, akibat operasi Eustis, banyak pelari yang menyalahgunakan masker

Des 21, 2020 Posted in Otomotif 0 Comments

Laporan Reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Direktur Perhubungan Metro Polda Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menyatakan, pihaknya masih menemukan banyak orang yang melanggar perjanjian kesehatan selama penerapan operasional perjanjian kesehatan Covid-19. -Menurut Sambodo, penjahat yang melanggar banyak aturan tidak memakai masker dengan benar. Banyak pengendara yang memakai topeng, tapi seharusnya tidak.

“Ada yang memakai masker, tapi tidak digunakan dengan benar. Kalau tidak menutupi mulut, hidung dan dagu tetap dianggap melanggar masker. Aturan ini,” kata Sambodo kepada wartawan, Selasa. (15/9/2020) Selain itu, Sambodo mengatakan banyak pengendara yang tidak menggunakan masker saat berkendara. — Bacaan: Dokter Yang Diserang Tidak Memakai Masker: Kenapa Dipakai Saat Sendiri Di Dalam Mobil?

“Rata-rata pemakaian masker sangat tinggi. Tapi masih ada 1 atau 2 orang yang masih melakukan fouling. Ada yang pakai masker tapi tidak pakai masker,” terangnya.

– Baca: Pria itu didenda 50.000 rupee karena dikantongi topeng saat penggerebekan di Trenggalek. Penghematan akan dikenakan sanksi, termasuk sanksi terhadap pekerjaan sosial.

“Jika seseorang tidak menegakkan sanksi, tentunya sesuai dengan peraturan gubernur akan dihukum pertama kali bersama masyarakat buruh selama 60 menit. Denda juga akan dikenakan Rp 250.000. Mulai hari ini (Senin / 9/14) Dalam pengetatan PSBB Jakarta, Metro Jaya mendirikan 8 pos pemeriksaan untuk menyelesaikan Operasi Justisi untuk menindak perjanjian kesehatan Covid-19. Polda Metro Jaya Kombes, Manajer Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/9/2020) Sambodo Purnomo Yogo berkata: “Kami memiliki 8 poin untuk keadilan. Akan ditempatkan di perbatasan zona penyangga Kota Jakarta. Selain itu, di titik tersebut dianggap memiliki tingkat kepadatan pengendara sepeda yang tinggi.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: