Articles

Kendaraan yang paling laris adalah blok STNK, berikut alasannya dan cara mengelolanya secara online

Jan 03, 2021 Posted in Otomotif 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Banyak pemilik mobil yang tidak langsung memblokir Kartu Tanda Penduduk (STNK) setelah dijual.

Alasannya adalah banyak orang menganggap prosesnya sangat rumit, dan tidak ada waktu untuk menanganinya di kantor sistem manajemen satu atap (Samsat) satu tempat.

Dikutip Kompas.com, kendaraan yang melarang STNK berpindah tangan memiliki kelebihan tersendiri.

Baca: Jika Ada Pajak 0%, Berapa Harga Honda Jazz dan Toyota Yaris?

Baca: Daftar Harga Hatchback Hatchback Jika pajak mobil baru dihapuskan, Honda Jazz akan dikucurkan dana Rp 150 juta-terutama di wilayah-wilayah yang memiliki undang-undang perpajakan progresif, seperti DKI Jakarta. -Humas Badan Pajak Daerah (Bapenda) DKI Jakarta Herlina Ayu menjelaskan, pemblokiran STNK memiliki keuntungan tersendiri, yakni jika nantinya membeli mobil baru dapat terhindar dari pajak progresif. — “Manfaat pertama, pemilik mobil terhindar dari pajak progresif yang selama ini dipakai.” Herlina baru-baru ini kepada Kompas.com.

Sesuai Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015, peraturan ini Ketentuan mengenai pajak progresif pribadi yang dipungut atas pajak kendaraan bermotor di daerah No. 8 tahun 2010 dan jumlah properti yang dimodifikasi terkait. Peraturan ini menetapkan bahwa tarif pajak progresif n berlaku bagi pemilik kendaraan dengan nama dan alamat yang sama. — Berikut tarif pajak progresif Peraturan Daerah DKI Jakarta Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No.2 Tahun 2015:

– Pajak kendaraan pertama sebesar 2%.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: