Articles

Pengamat: Indonesia tertinggal dari negara tetangga dalam hal bahan bakar ramah lingkungan

Jan 21, 2021 Posted in Otomotif 0 Comments

Jakarta TRIBUNNEWS.COM, wartawan Tribunnews memberitakan bahwa pengamat otomotif Mukiat Sutikno mengingatkan bahwa penggunaan bahan bakar ramah lingkungan di Indonesia jauh tertinggal dari negara lain. Bahkan termasuk Asia Tenggara.

“Sebagian besar negara lain punya Euro 4. Bahkan Singapura punya Euro 5 hingga Euro 6. Di Indonesia sendiri Euro 2 dan Euro 3 masih ada,” kata Mukiat Sutikno di Jakarta, Kamis. (9/24/2020) .

Jadi Indonesia juga harus mengikuti. Kalau tidak, tentu dia akan tertinggal. Jika Anda menyamakannya dengan oktan dan terus menggunakan Mukiat, Anda harus menggunakannya setidaknya dengan BBM dengan RON lebih besar dari 90. -Ini sebabnya, menurut Mukiat, Indonesia mau tidak mau harus segera menggunakan BBM oktan tinggi- “Konversi dari RON rendah ke RON tinggi ini sangat penting untuk memastikan kita patuh dengan negara tetangga. Karena Indonesia adalah Yang paling terabaikan. “Dibandingkan dengan Thailand, kami juga sangat terlambat. “Kata Mukiat. Sepeda motor Indonesia juga dijual ke luar negeri.

Oleh karena itu, industri otomotif mau tidak mau harus menyesuaikan kondisi mesin sebelum berjualan ke luar negeri. Cara mengatasi masalah tersebut

menurutnya Ini berdampak pada biaya produksi. “Namun, jika bahan bakar kita juga menggunakan RON tinggi, bisa dipastikan industri tidak perlu melakukan penyesuaian,” ujarnya. -Dari sudut pandang konsumen, bahan bakar oktan rendah akan Hal tersebut berdampak negatif pada performa kendaraan bahkan kondisi kendaraan. Secara teknis, ia terus mengatakan bahan bakar oktan rendah berdampak buruk bagi kendaraan. Selain menurunkan performa, juga akan berpengaruh pada ketahanan mesin. Mempengaruhi daya tahan mesin. “Gatal-gatal akan menghasilkan ruang bakar dan gas buang, serta memperpendek masa pakai mesin,” jelas Muket.

Apalagi sekarang, spesifikasi mesin mobil terbaru sudah disesuaikan dengan bahan bakar oktan tinggi. “Ini inferior, tentu akan berpengaruh pada mesin. Karena harus diberi minuman sehat, tapi kalau kotor, mobil akan sakit perut. Makanya, tidak baik untuk kendaraan,” ujarnya.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: