Articles

Terpukul oleh Covid-19, omset lokakarya turun 70%

Jul 13, 2020 Posted in Otomotif 0 Comments

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Epidemi pandemi Covid-19 telah mempengaruhi semua sektor ekonomi di Indonesia, termasuk bisnis garasi.

Kebijakan alienasi sosial juga mendorong orang untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan.

Fakta telah membuktikan bahwa upaya untuk memutus rantai distribusi Covid-19 telah berdampak besar pada beberapa pabrik.

Hijau Ferry Firdhaus, manajer bengkel Honda Permata, mengatakan bahwa sejak pertengahan Maret, basis pelanggan bengkel yang ia selenggarakan telah berkurang, yang secara otomatis memengaruhi omset. – “Serius, rata-rata hingga 70% berkata dengan sedih,” kata Ferry kepada Tribunnews, Senin (4 Juni, 2020).

Honda Permata Hijau juga menyediakan layanan di tempat kepada pelanggan untuk meminimalkan popularitas Covid-19.

Namun, ini tidak memiliki banyak dampak pada omset toko. Ferry berkata: “Ada banyak orang yang melakukan ini, tetapi sangat sedikit.” Seperti manajer bengkel Astrido Daihatsu Kebon Jeruk, Sahruddin mengungkapkan bahwa sejak 3 Sejak pertengahan bulan, pelanggan telah berkurang menjadi 70 orang karena Covid-19.

“Ini telah turun 70%. Dalam hal ini, ini adalah dilema. Untuk beberapa pelanggan, kami akan memberikan diskon tambahan. Tetapi ini tidak menjamin bahwa mereka akan tertarik kepada mereka. Ini adalah isolasi sosial. Banding, hal yang buruk, “Sahrudin menjelaskan.

Bengkel Astrido Daihatsu Kebon Jeruk terus melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan pergantian, seperti layanan antar-jemput.

Untuk teknisi dan pelanggan Dafa, layanan penjemputan dianggap lebih aman Sahrudin. -Dia menambahkan: “Alasan mengapa Workshop memilih layanan pickup adalah karena lebih aman bagi teknisi dan pelanggan. Kami baru memulai program ini minggu lalu.”

Meskipun berbagai prosedur telah disiapkan, Manajer bengkel Astrido Daihatsu Kebon Jeruk memperkirakan bahwa sebelum menurunkan Covid-19, pelanggan akan selalu menunda berbagai kegiatan, termasuk memperbaiki kendaraan di garasi.

“Selain takut, karena mahkota, ekonomi beberapa pelanggan juga terganggu,” kata Sahrudin.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: