Articles

Karena popularitas Covid-19, industri otomotif harus bersiap untuk yang terburuk

Jul 13, 2020 Posted in Otomotif 0 Comments

Suparno Djasmin, Ketua TRIBUNNEWS.COM – Asosiasi Pemasaran Indonesia (IMA), Jakarta mengatakan bahwa karena penurunan penjualan mobil dan sepeda motor yang terkena dampak pandemi korona, para peserta industri otomotif bersiap untuk yang terburuk tahun ini. Suparno mengatakan bahwa selama pandemi Covid-19, peserta industri dapat mengambil banyak tindakan.

Langkah-langkah ini termasuk teknik untuk mempercepat adaptasi dan mengendalikan arus kas atau pengeluaran untuk mengatasi skenario terburuk yang disebabkan oleh penurunan daya beli masyarakat. Suparno mengatakan pada Hari Pemasaran Asia 2020: “Pandemi Covid-19 menyebabkan gelombang PHK. Kementerian Tenaga Kerja menunjukkan bahwa 3 juta orang telah di-PHK, dan BPJS mengatakan bahwa 3,5 juta orang telah dipecat sejauh ini.” Era Covid-19 Acara konsumen hampir diadakan pada hari Rabu (27 Mei 2020). Ubah model bisnisnya dengan lebih berfokus pada peluang dan kebutuhan masyarakat, menciptakan sinergi dengan kolega, dan mempersiapkan perusahaan untuk era pasca-normal. — Baca: Penumpang pada penerbangan domestik di Bandara Soetta sekarang harus memiliki SIKM

Persiapan ini terkait dengan penurunan yang diharapkan dalam penjualan mobil di 2019 dari 1,1 juta unit dan hanya 600.000 unit pada akhir 2020. Sepeda motor juga diperkirakan turun dari 6,48 juta pada 2019 menjadi 3 juta pada akhir 2020. Bandara, tujuan penumpang jarak jauh ke Jakarta juga harus menginstal SIKM

produk batubara berkurang karena tujuan ekspor terbatas Covid-19 .

“Dari data ini, setiap pengusaha harus mengambil jalan keluar untuk bertahan hidup Akhirnya, selain bekerja keras untuk mempertahankan bisnis, peserta industri juga harus memperhatikan pelanggan, dan kita harus memperhatikan dan membantu, “katanya. .

Artikel ini diterbitkan secara tunai dan berjudul “Sarankan industri otomotif bersiap untuk yang terburuk.”

Leave A Comment

  • Rate this recipe: