Articles

Tidak disarankan untuk memulai bahaya saat hujan deras, inilah alasannya

Jul 14, 2020 Posted in Otomotif 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Saat hujan, perilaku banyak pengemudi mungkin membahayakan pengguna jalan lain, salah satunya menyalakan sinyal bahaya.

Bahkan, sinyal bahaya tidak dimaksudkan untuk hujan. .

Misalnya, ketika mobil mogok, tusukan ban, kecelakaan lalu lintas, dll.

Dalam kasus hujan, pengemudi sebenarnya tidak perlu mengaktifkan bahaya.

Pendiri dan pelatih Jusri Pulubuhu Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) direktur mengatakan bahwa sinyal bahaya akan membingungkan pengguna jalan lain ketika mobil berganti jalur.

Karena sinyal belok tidak cerah-Selain itu, sinyal bahaya cahaya bahwa efek cahaya selalu berkedip di sepanjang jalan juga akan menghancurkan perhatian pengguna jalan lainnya.

“Di tengah hujan lebat, jarak pandang sangat rendah. Jika seseorang menyalakan bahaya, tentu saja, itu akan membuat penglihatan menyilaukan sampai kehilangan fokus,” kata Jusri kepada Kompas. com beberapa waktu lalu.

Jusri menyarankan pengemudi untuk menyalakan lampu utama daripada menyalakan bahaya, terutama di langit mendung atau gelap yang disebabkan oleh hujan lebat.

“Karena lampu depan dinyalakan, lampu belakang akan otomatis menyala,” katanya. “Selain mengingatkan pengemudi akan bahaya dari lampu bahaya, Jusri juga menambahkan bahwa saat beban berat, pengguna mobil harus melambat dan hujan. Dan jaga jarak yang aman.

“Karena kondisi aspal yang lembab akan mengurangi daya cengkeram ban, dan akhirnya menyebabkan ban tergelincir,” kata Jusri.

Judul artikel ini di Kompas.com adalah “Ingat untuk membuka ban lagi”. Bahaya ringan dalam hujan lebat “

Leave A Comment

  • Rate this recipe: