Articles

Polusi, Sri Mulyani juga merekomendasikan penggunaan sepeda motor ringan

Jul 22, 2020 Posted in Otomotif 0 Comments

Reporter tunai melaporkan bahwa Grace Olivia-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-pemerintah berencana untuk mengenakan pajak konsumsi pada mobil. Pajak konsumsi untuk kendaraan bermotor didasarkan pada emisi gas buang atau karbon dioksida (CO2) kendaraan. -Sekretaris Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Sri Mulyani Indrawati) meneruskannya ke Komite ke-11 Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu (19/4/2020). – Hanya saja Menteri tidak memberikan informasi terperinci tentang jumlah pajak dan dampak emisi karbon kendaraan. Listrik

Sri Mulyani juga tidak memberikan informasi terperinci tentang apakah pajak konsumsi juga berlaku untuk kendaraan bermotor yang telah digunakan sejak lama. Namun, Menteri Keuangan menunjukkan dalam pengantar bahwa pajak konsumsi untuk kendaraan tidak akan dikenakan pada beberapa jenis kendaraan.

Pertama-tama, kendaraan yang tidak menggunakan bahan bakar (BBM) adalah kendaraan yang menggunakan energi listrik.

Baca: Indra Bekti berharap dapat menciptakan sekolah artis untuk mengajarkan bagaimana menjadi seorang selebriti.

“Pada saat yang sama, itu mendukung rencana pemerintah yang mendorong mobil listrik dengan emisi karbon sangat berkurang,” katanya

Membaca: Pemerintah Singapura melarang virus korona mengancam penduduk untuk meninggalkan negara itu untuk kedua kalinya .

Kedua, pajak konsumsi untuk kendaraan bermotor tidak berlaku untuk kendaraan umum, kendaraan milik pemerintah, dan kendaraan khusus seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran. Ketiga, pajak konsumsi yang dikenakan pada mobil juga tidak akan berlaku untuk kendaraan berikut: produksi dalam negeri untuk ekspor.

Baca: Biarkan Miris, seorang gadis sekolah menengah, berurusan dengan hubungan intim dengan anak-anak Adik tingkat ke-6 dasar

Selain itu, pajak konsumsi berlaku untuk produsen mobil yang ada di negara itu serta produsen mobil impor asing.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: