Articles

Inilah sebabnya mengapa DFSK sangat ingin meluncurkan Minibus dan Blind Van di Indonesia

Jul 29, 2020 Posted in Otomotif 0 Comments

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kendaraan komersial, terutama truk dan van, telah menjadi salah satu kontributor penjualan kendaraan roda empat Indonesia. Meskipun pasar kendaraan komersial keseluruhan cenderung menurun pada tahun 2019 dibandingkan dengan penjualan pada tahun 2018, pedagang kendaraan komersial optimis tentang penjualan pada tahun 2020 karena penjualan tidak lagi menjadi masalah. Tahun politik.

Sebagai peserta baru di pasar mobil domestik, DFSK secara bertahap mendirikan pijakan yang kuat di bidang kendaraan multi-fungsi ini dengan menjual truk pickup Super Cab yang dapat dipilih dari mesin bensin dan diesel.

Pada tahun 2020, Dongfeng Dongfeng akan memperkuat penjualan kendaraan komersial dengan menjual model-model terbaru di bidang kendaraan komersial ringan.

Jenis minibus untuk mobil penumpang dan jenis minibus buta untuk transportasi paket saat ini sedang berkembang.

Baca: Pasar perdagangan Kendala membaik, dan DFSK sedang mempersiapkan untuk menegaskan penjualan minibus dan truk buta

Data yang dirilis Asosiasi Produsen Mobil Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa pada tahun 2019, penjualan minibus mencapai 18.300, dibandingkan dengan 2018 Peningkatan 2%

Baca: Penjualan ritel Suzuki pada bulan Januari meningkat sebesar 2,5%, New Carry Sturdy mengambil alih pengembangan pasar truk pickup

Pada saat yang sama, penjualan pasar mobil buta mencapai 9.600 kendaraan, meningkat 15%. – Data positif ini kemudian mendorong DFSK untuk meluncurkan model baru di bidang kendaraan komersial ringan selain truk pickup.

Baca: 13 RKE 150 truk Kuzer dari Astra UD Trucks sekarang memperkuat armada logistik independen mereka

DFSK memiliki semakin banyak peluang untuk memasuki dan mengembangkan bisnis di bidang minibus dan truk tak berawak, karena ada Tidak banyak peserta dalam dua segmen pasar ini.

Perlu dicatat bahwa saat ini hanya dua merek yang bermain. Yaitu, Daihatsu dilengkapi dengan Grandmax dan Granmax blind van dan model minibus Luxio, sementara Suzuki menggunakan minubus Suzuki APV dan van blind APV.

Oleh karena itu, masuknya DFSK ke segmen pasar ini akan memberi konsumen semakin banyak pilihan untuk membeli mobil yang sesuai dengan kebutuhan dan daya beli mereka.

Hasil penyelidikan internal DFSK menunjukkan bahwa penggunaan model minibus oleh konsumen mungkin bersifat dwifungsi di Indonesia.

Pertama-tama, konsumen individu cenderung menggunakan hingga 60% kendaraan minibus sebagai mobil penumpang dan 40% sisanya untuk pengiriman.

Seperti halnya perusahaan atau konsumen, hingga 60% minibus digunakan untuk transportasi barang, sementara 40% digunakan untuk kendaraan penumpang.

Di Indonesia, mobil buta biasanya digunakan untuk memenuhi logistik, makanan dan minuman, ambulans, transportasi, kendaraan sosial dan berbagai kebutuhan lainnya. Model minibus, mobil buta akhir dan DFSK akan diluncurkan di GIICOMVEC 2020, yang secara resmi akan dibuka pada hari Kamis di JCC Senayan.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: