Articles

Polisi Lalu Lintas Nasional memanggil 197.000 pengemudi dan setiap pengemudi telah menerima 600.000 rupee sebagai bantuan

Jul 31, 2020 Posted in Otomotif 0 Comments

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Korlantas Polri telah menyelesaikan rencana keselamatan 2020 untuk membantu masyarakat, terutama mitra transportasi yang terinfeksi oleh virus korona.

Dalam proses implementasi, rencana tersebut menggabungkan bantuan sosial dan pelatihan keselamatan. Polisi Nasional menyelesaikan fase pertama dari rencana pada Senin (18/5/2020) melalui Polisi Lalu Lintas. -Kepala Inspektur Departemen Kepolisian Transportasi Nasional Isichengo mengatakan bahwa partainya telah mengirim 197.256 bus reguler, truk, supir taksi, angkutan umum, ojek, tangki bahan bakar, Bajaj, Bemo, dan taksi. Penerima bantuan membagikan bantuan dan pelatihan, becak dan kereta kuda.

Ketika Istiono menyerahkan bantuan ke daerah Cipayung, Jakarta Timur pada hari Senin (18 Mei 2020), ia berkata: “Fase pertama berakhir hari ini dan fase kedua akan berlanjut pada 2 Juni 2020.” Membaca: Diduga: Ada lima perusahaan minyak yang terlibat dalam kartel harga BBM. KPPU meminta bukti-Istiono menjelaskan bahwa fase kedua tidak terjadi sampai 2 Juni karena polisi nasional masih melakukan operasi Ketupat 2020 hingga Mei 2020 Tanggal 31

Awalnya, 100% dari masing-masing 600.000 rupiah dana yang diberikan kepada mitra perdagangan dialokasikan sebagai saldo dalam rekening Bank Nasional Indonesia (BRI). Penerima diri sendiri berkali-kali.

Baca: Doni Monardo menanggapi munculnya Taga # Indonesia untuk pergi ke media sosial, ini adalah pesan untuk staf medis – langkah pertama, bantu desentralisasi. Pada saat yang sama, bantuan fase kedua dan ketiga langsung ditransfer ke akun penerima.

Bacaan: Garuda Indonesia telah menginvestasikan 8,5 miliar rupiah untuk makanan kaleng, Krakatau Steel Company 3 triliun rupiah- “Pada tahap pertama, distribusinya sudah 100% dan ada lebih dari 197.000 penerima. Yang kedua dan Setelah fase ketiga, kami berharap bantuan semacam ini akan mengurangi beban pengemudi transportasi yang terkena dampak Covid-19, “lanjut Istiono.

Membaca: Kebijaksanaan pandemi korona di mata Natasha Rizki: Peran istri dan ibu dapat bertahan 24 jam penuh-waktu-selain mendapatkan bantuan, pengemudi juga menerima pelatihan langsung dan virtual, Untuk memahami pencegahan kesehatan jalan menuju kesehatan untuk mencegah Covid-19. -Selain rencana keamanan ini, jenderal bintang dua itu juga menambahkan bahwa pemerintah telah mengeluarkan kebijakan tidak-kembali.

Karena pengemudi yang mendapat bantuan sepakat untuk tidak menarik penumpang pulang untuk mematahkan rantai Covid-19.

Rencana itu dilaksanakan di 34 provinsi pada saat yang bersamaan. Rencana keamanan yang sebenarnya dilakukan dalam tiga fase: -Fase pertama adalah dari 15 April hingga 15 Mei, fase kedua adalah dari 16 Mei hingga 15 Juni, dan fase ketiga adalah dari 16 Juni hingga Juli. Tanggal 15 Dana 360 miliar rupiah dalam rencana tersebut berasal dari realokasi polisi nasional untuk anggaran pengelolaan mahkota.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: