Articles

Waspadai sertifikat palsu tanpa korona dan desak petugas pos pemeriksaan untuk lebih berhati-hati

Agu 02, 2020 Posted in Otomotif 0 Comments

Reporter Tribunnews.com Theresia Felisiani

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Markas Besar Kepolisian Nasional telah memerintahkan anggotanya untuk memelihara pos jaga dan melarang kembali ke rumah, agar lebih teliti memeriksa sertifikat bebas virus korona yang dibawa oleh penduduk. – “Polri mengharuskan semua pos pemeriksaan atau staf pengawasan, termasuk PSBB, untuk menjadi lebih ketat dan berhati-hati ketika memeriksa sertifikat tanpa virus korona,” kata Ahmad Ramadhan, kepala Markas Besar Kepolisian Penum, Markas Besar Kepolisian Indonesia, setelah konfirmasi pada hari Selasa. (19/5/2020) .- — Baca: Selain Low MPV Triber, Renault juga menjual SUV Kiger di pasar Indonesia-Ahmad Ramadhan menjelaskan bahwa ini dilakukan untuk mengantisipasi bahwa penduduk tidak memiliki listrik Sertifikat virus corona. Buat sendiri atau beli melalui layanan manual atau e-commerce.

Baca: Lima perusahaan minyak diduga terlibat dalam kartel harga bahan bakar, KPPU meminta paket bukti-terutama akhir pekan lalu, polisi nasional menangkap tujuh orang yang beroperasi di Bali tanpa virus korona. Pembuat surat dan penjual. — Untuk setiap sertifikat kesehatan, harganya antara 100 rupee dan 300.000 rupee. Motivasi penulis hanya untuk keuntungan.

“Seorang tersangka di Bali telah ditangkap sesuai dengan hukum dan tujuh orang telah ditangkap sesuai dengan hukum. Karena penjualan iklan e-commerce masih diselidiki oleh Siber Bareskrim,” tambah Ahmad Ramadhan. .

Leave A Comment

  • Rate this recipe: