Articles

Stasiun bus Pulo Gebang juga bersiap untuk mengevakuasi penumpang gelap

Agu 05, 2020 Posted in Otomotif 0 Comments

Reporter Tribunnews.com pada Hari Darmawan (Hari Darmawan) melaporkan-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengubah terminal Pulo Gebang menjadi tempat bagi pengemudi dan penumpang untuk mengungsi secara ilegal lokal. Ahmad Yani, Menteri Transportasi Kementerian Perhubungan, menyatakan bahwa di masa depan, para pelancong ilegal yang terjebak di jalan akan dikirim kembali ke terminal Pulo Gebang.

“Jika mereka ingin melakukan perjalanan darat, mereka harus melewati terminal Pulo Gebang. Karena mereka harus melewati serangkaian pemeriksaan kesehatan dan kinerja sesuai dengan pemberitahuan dari kelompok kerja Covid-19,” kata Yani, Jumat (22/5/2020) Setelah konfirmasi. Yani juga mengatakan bahwa tidak semua terminal terbuka untuk mengangkut penumpang. Hanya terminal Pulo Gebang yang diizinkan beroperasi, dan ada juga 200 kendaraan standar yang diizinkan beroperasi.

Baca: Strategi baru Pertamina di bidang BBM: Stasiun layanan kecil Pertashop menyediakan layanan untuk pesaing di sekitarnya

“Calon penumpang juga harus membawa Covid-19 surat gratis dan surat keterlibatan untuk bepergian Jika tidak, mereka dapat mengatakan Yani .

Budi Setiadi, manajer umum transportasi darat, mengatakan bahwa setidaknya ada 95 kendaraan bermotor yang bepergian secara ilegal, termasuk 2 bus, 40 minibus dan 53 mobil pribadi. Diserang pada Kamis (21/5/2020).

Baca: Kiat untuk naik pesawat selama pandemi Covid 19, jadi Anda tidak akan ditolak oleh staf bandara

Ia bekerja sama dengan Departemen Perhubungan Kepolisian Jakarta , Sebuah kendaraan tidak sah ditangkap. Direktur Jenderal Budi mengatakan pada konferensi pers: “Hasil dari perjalanan ini membuat 719 orang yang ingin kembali ke rumah mereka frustrasi. “Pada hari Jumat (22 Mei 2020).

Leave A Comment

  • Rate this recipe: