Articles

Karena pandemi Covid-19, industri otomotif harus bersiap untuk yang terburuk

Agu 05, 2020 Posted in Otomotif 0 Comments

Reporter Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Asosiasi Pemasaran Indonesia (IMA) Presiden Suparno Djasmin menyarankan bahwa dengan penurunan penjualan mobil dan sepeda motor yang terkena dampak pandemi korona, peserta industri otomotif bersiap untuk yang terburuk tahun ini. -Suparno mengatakan bahwa selama pandemi Covid-19, pemain industri dapat mengambil tindakan.

Langkah-langkah termasuk teknologi yang mempercepat kemampuan beradaptasi, mengontrol arus kas atau pengeluaran, dan mempersiapkan skenario terburuk karena penurunan daya beli masyarakat. — “Pandemi Covid-19 menyebabkan gelombang PHK. Kementerian Tenaga Kerja menunjukkan bahwa 3 juta pekerja telah di-PHK, sementara BPJS mengklaim bahwa 3,5 juta pekerja telah di-PHK sejauh ini,” jelas Suparno dalam pidato Asia. Acara Hari Pemasaran 2020 untuk konsumen di era Covid-19 hampir diadakan pada hari Rabu (27 Mei 2020). -Membaca: Sama seperti Mai Guess, kebijakan Jokovy tentang Corona juga tidak jelas-ia juga mengatakan bahwa setiap perusahaan perlu bekerja dengan pengusaha lain dengan lebih memperhatikan peluang dan kebutuhan masyarakat , Untuk mempersiapkan era pasca-normal untuk mengubah model bisnisnya. — Baca: Penumpang dalam penerbangan domestik ke Bandara Soetta sekarang harus memiliki SIKM

Persiapan dan proyeksi penjualan mobil ini akan turun 1,1 juta pada 2019 dan hanya 600.000 pada akhir 2020 terkait. -Penjualan sepeda motor juga diperkirakan turun dari 6,48 juta pada 2019 menjadi 3 juta pada akhir 2020.— Baca: Tidak hanya di bandara, tetapi tujuan jarak jauh penumpang di Jakarta juga harus karena Covid-19 karena tujuan ekspor yang terbatas , SIKM-partisipasi produk batubara telah menurun. Akhirnya, selain bekerja keras untuk mempertahankan bisnis, peserta industri juga harus memperhatikan pelanggan, dan kita harus memperhatikan dan membantu, “katanya.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: