Articles

Industri otomotif dipandang selalu melihat ke depan dan dipengaruhi oleh kelas menengah

Agu 06, 2020 Posted in Otomotif 0 Comments

Sebuah laporan oleh reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Industri otomotif domestik selama pandemi Covid-19 dipandang sebagai masa depan. – Dapat dilihat bahwa kapasitas produksi yang tinggi, volume penjualan, dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dipengaruhi oleh populasi kelas menengah.

Menteri Perindustrian Lepas Pantai, Peralatan Transportasi dan Peralatan Pertahanan (IMATAP), dan perwakilan dari Departemen Perindustrian Putu Juli Ardika (Putu Juli Ardika) mengatakan bahwa pertumbuhan masa depan industri mobil domestik masih akan menunjukkan cukup menarik perkembangan dari. “Ini adalah laporan Bank Dunia bahwa jumlah kelas menengah tumbuh pada tingkat tahunan rata-rata 12%,” kata Putu di Jakarta: “Dalam laporan Bank Dunia, jumlah kelas menengah di Indonesia mencapai 30% pada 2018. Jumlah ini meningkat hampir setengah dari populasi Indonesia pada tahun 2019, atau sekitar 115 juta orang saat ini termasuk dalam kelas menengah. ā€¯Minggu (19 Juli 2020). -Reading: Gaikindo membatalkan pameran mobil GIIAS 2020 di Surabaya pada bulan September-dia mengatakan bahwa pengembangan kelas menengah adalah kekuatan utama untuk produksi mobil Indonesia.

Selain itu, dengan pesatnya pembangunan jalan tol dan infrastruktur jalan umum dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kepemilikan kendaraan roda empat di Indonesia tetap relatif rendah, yaitu 87 kendaraan per seribu penduduk. -Pada tahun 2019, produksi kendaraan roda empat mencapai 1,28 juta kendaraan (atau 13,17 miliar dolar AS), atau turun 4,2% dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2019, CBU (kendaraan terintegrasi) dan CKD (dirakit di pasar domestik) Kinerja ekspor mobil dalam bentuk mobil telah meningkat secara signifikan dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, CBU mengekspor total 332.000 set dan CKD mengekspor total 511.000 set.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: