Articles

Selama pandemi, minat membeli mobil Daihatsu dengan uang tunai meningkat tajam

Agu 12, 2020 Posted in Otomotif 0 Comments

Reporter Tribunnews.com, Darmawan Day melaporkan, TRIBUNNEWS.COM, Jakarta – Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Automotive Ameila Tjandra mengatakan bahwa selama wabah Covid-19, jumlah konsumen yang membeli Daihatsu dengan uang tunai (alias uang tunai) terus meningkat. Dibandingkan dengan pembayaran cicilan atau pembelian kredit. “Menurut data kami, sebelum korona pecah, pembayaran angsuran Daihatsu Motor dominan, menyumbang 78%, dan sisanya dibayarkan langsung.” Amel sedang dalam diskusi online dengan Merdeka.com di Astra Daihatsu. Said (Selasa (23/6/2020)). Sekarang, mereka yang membeli Daihatsu dengan uang tunai telah melonjak menjadi 78%, dan sisanya 22% dibayar secara cicilan.

Amel percaya Perubahan tren ini mungkin disebabkan oleh kenyataan bahwa perusahaan keuangan menyediakan penyedia layanan pembelian mobil angsuran, dan lebih aman untuk menerima permintaan dari masyarakat untuk membeli mobil baru.

Baca: Toyota Motor, Daihatsu Ira dan Honda Sarita (Bonda Satya) Perkembangan terbaru dalam harga terbaru mobil murah- “Layanan perusahaan yang menyediakan pembayaran cicilan harus lebih berhati-hati ketika memberikan layanan kredit untuk pembelian mobil.” Mengumumkan Amel.

Baca: Dengan dua produk dan memiliki Harga kompetitif, itulah sebabnya Daihatsu tidak dapat melebihi volume penjualan Toyota- “Biasanya, setoran rata-rata adalah 15-20% dari harga jual mobil. Tetapi dalam hal ini, dalam hal ini, penyedia layanan telah meningkat Nilai setoran ini. Beberapa penyedia layanan telah meningkatkan pokok pinjaman menjadi 30% atau 35%. Selama wabah Covid-19, bahkan berhenti menyediakan layanan pembelian angsuran.

Amel juga mengungkapkan , Meskipun jumlah pembelian tunai meningkat sebesar 74% dibandingkan dengan pembayaran cicilan, jumlah mobil yang dibeli oleh konsumen cenderung menurun .– Ammel juga merespons pelonggaran pembatasan sosial skala besar (PSBB) “Ini telah diterapkan di DKI Jakarta dan daerah lain.

Dia mengatakan bahwa langkah pelonggaran ini akan mengimbangi perekonomian. Situasi ini terus berlanjut, tetapi setidaknya ada harapan untuk merevitalisasi ekonomi dan pulih,” kata Amel. — Amel mengatakan bahwa relaksasi PSBB belum tentu meningkatkan antusiasme pasar mobil seperti sebelumnya. Laporan Covid-19 Indonesia.

“Jika Daihatsu dapat menjual 80.000 hingga 100.000 mobil per bulan pada 2019 , Maka mungkin sulit dalam hal ini. Ini karena daya beli masyarakat belum meningkat, “kata Amer.

Tapi Amer juga optimis bahwa jika PDB atau PDB tumbuh sebesar 5%, Maka pasar otomatis dapat kembali pada 2019 dan akan lebih bersemangat.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: