Articles

BMW Astra mengungkapkan penjualan mobil bekas tidak terpengaruh Covid-19

Agu 20, 2020 Posted in Otomotif 0 Comments

Reporter Jakarta Tribunnews.com Lita Febriani melaporkan-BMW Astra mengatakan penjualan mobil bekas (mobkas) mengalami stagnasi atau tidak mengalami penurunan atau penurunan. Meningkat selama pandemi Covid-19. Tak terpengaruh, baru turun saat pandemi mulai, tapi baru normal hingga bulan depan hingga sekarang, ”ungkap Direktur Operasi BMW Astra Teguh Widodo, Jumat (24/7/2020). Jadul (Teguh), Akibat Penurunan Penjualan Mobil Baru Saat Pandemi, Faktor Penjualan Mobil Stagnan .

Baca: Lebih Banyak Mencari Hatchback Bekas? Update Harga Terbaru Honda Jazz Mobkas, Toyota Yarus dan Suzuki Swift

Baca: Pandemi Covid-19 telah menurunkan harga mobil bekas, dan opsi untuk Mobkas ini dibandrol dengan harga 70 juta rupee – kondisi sulit yang membuat pandemi membuat masalah bagi pembuat mobil. Konsumen yang awalnya ingin membeli mobil baru membeli mobka.- — Dana untuk pembelian mobil baru dari uang muka (DP) pada akhirnya ditransfer ke pembelian Mobkas, terlepas dari setorannya. — “Pada awalnya, konsumen telah mengambil tindakan, misalnya, dia akan membayar. Yang pertama Rp 200 juta atau Rp 300 juta, awalnya dia mengira tidak banyak uang untuk membeli mobil baru dan dia harus mencicil. Begitu pandemi mempengaruhi bisnis mereka, uang yang mereka bayarkan untuk DP sudah ada, sehingga akhirnya digunakan untuk mobil bekas. Mereka tidak perlu membayar setoran dengan benar, ”jelas Teguh. Terungkap bahwa dalam proses jual beli mobil tidak ada promosi yang ditawarkan sebagai mobil baru. Kalaupun dijual di daerah lain.

Penjualan Mobkas sendiri tergantung kondisi mobilnya, misalnya Mesin, interior dan eksterior. Semakin baik kondisi Mobka, semakin mahal harganya.

“Kesempatan untuk membuat gadget seperti mainan baru agak sulit. Karena itu, jika harga mobil baru tinggi, kita tahu bahwa kisaran harganya adalah kisaran. Misalnya kita tahu di BMW 2015 modelnya sama, mungkin harganya akan berbeda, karena tergantung kondisinya. Inilah kenapa kita tidak bisa seperti mobil baru di mobil bekas karena sangat tergantung dari kondisi kendaraan. Teguh menjelaskan.

Saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, PD mobil hanya berganti. Saat pandemi tersebut, masyarakat yang memilih membeli mobil secara kredit, leasing juga cukup ketat .– – “Kalau pakai terus”, jelas PD bertambah. Karena di awal Covid sewa sangat ketat. Sekarang sudah mulai naik lagi. Sejak bulan lalu teman-teman menyewa sudah mulai menghubungi saya dan menyuruh saya membuat Jadwal, “tambah Teguh.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: