Articles

Menteri Lukht meyakini bahwa mineral hilir menjadikan Indonesia sebagai pemain utama aki kendaraan listrik

Agu 25, 2020 Posted in Otomotif 0 Comments

Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meyakini penguatan mineral hilir oleh pemerintah dapat menjadikan Indonesia pemain utama baterai lithium untuk kendaraan listrik.

“Saya tidak berbicara tentang hilir itu sendiri, karena semuanya pasti paralel. Namun, dengan pengakuan ini, kontribusinya untuk tahun ini diperkirakan setidaknya 10 miliar dolar AS.” Berita Menko Luhut, Senin, Dikatakan dalam draf (2020/7/27).

Menurutnya, pasca pandemi Covid-19, industri hilir pertambangan berperan penting dalam mendukung perekonomian. -Hal ini karena pengaruh industri hilir yang belum terlalu terpengaruh. Ekspor produk turunan yang dihasilkan pabrik pengolahan juga semakin menunjukkan dampak positif.

Baca: Penasihat Menteri Lukhter: Indonesia Siap Jadi Listrik Pabrikan mobil urer- “Nikel ini akan kami kembangkan di hilir nikel hingga baterai lithium dan keperluan kendaraan listrik lainnya habis. Kami akan menjadi pemain utama dalam baterai lithium ini,” jelas Menko Luhut.

Baca: Kemenhub sudah merilis aturan uji tipe kendaraan listrik-pengecoran di Pulau Obi, Harita Nickel, diharapkan bisa berperan penting dalam industri bahan baku utama kendaraan listrik.

Bahkan selama pandemi, penyelesaian pabrik hidrometalurgi asam tekanan tinggi (HPAL) akan terus berlanjut. Tidak ada bedanya.

“Dulu tidak, kita hanya mengekspor nikel yang diperkirakan nilainya US $ 612 juta per tahun, tapi sekarang kita sudah berubah menjadi plat stainless steel, kita sudah mengekspor US $ 6,24 miliar.” Katanya.

Pada 2015-2019 Selama periode tersebut, total investasi di industri hilir pertambangan mencapai US $ 40 miliar, ekspor baja mencapai US $ 9 miliar, dan nilai ekspor industri nikel mencapai US $ 14 miliar. Ke depan, Indonesia akan menjadi pemain penting dalam industri kendaraan listrik global.

Ini adalah bentuk komitmen Indonesia untuk menuntaskan “Paris Agreement” pada 2030. Kerangka kebijakan jangka panjang bagi negara-negara untuk mengurangi emisi karbon.

Tahun itu, Eropa akan memaksa semua kendaraan menggunakan tenaga listrik dan melarang penggunaan bahan bakar fosil.

“Hanya 10 tahun yang tersisa. Ini adalah tujuan kami. Antara 2025 dan 2027, mereka akan mulai menggunakan puluhan persen mobil listrik. Sedikit demi sedikit, kita akan pergi ke sana.” Dia Mengatakan.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: