Articles

Samsung telah mengembangkan baterai kendaraan listrik dengan jangkauan 800 kilometer

Jul 09, 2020 Posted in Otomotif 0 Comments

Para peneliti di TRIBUNNEWS.COM di Jakarta-Samsung Institute of Advanced Technology (SAIT) dan Samsung RnD Research Institute (SRJ) di Jepang telah memutuskan untuk menghapus anoda logam lithium yang digunakan dalam baterai semikonduktor dan menggantinya dengan lapisan perak-karbon tipis. -Anoda logam lithium ini dapat menyebabkan masalah baterai. Anoda adalah elektroda pada arus terpolarisasi. Jika arus masuk, elektroda dapat berupa logam atau konduktor listrik lainnya. Peneliti Samsung mengutip mobil dan driver pada Sabtu (14/3/2020) yang mengatakan bahwa mereka memasang dendrit atau paku kristal kecil, yang melewati elektrolit dan menyebabkan korsleting saat pengisian, sehingga baterai padat diharapkan Hidup ini sangat singkat. Mengganti prototipe logam lithium dengan karbon perak dapat menghasilkan baterai berkapasitas lebih tinggi, memperpanjang usia layanan, dan membuat baterai lebih lama.

Lapisan perak-karbon hanya setebal lima mikron, tetapi jika dapat mencapai apa yang dapat dicapai Samsung, tim tersebut bekerja di laboratorium penelitian dunia nyata, yang dapat secara signifikan mengubah kendaraan listrik (EV) atau kendaraan listrik di masa depan.

Baterai prototipe yang diproduksi oleh tim akan menyediakan daya untuk kendaraan listrik 500 kilometer atau 805 kilometer. Mengisi daya dengan masa pakai lebih dari 1000 kali.

Baterai yang diproduksi selama periode penelitian adalah 50% lebih kecil dari baterai lithium ion tradisional. -Solid teknologi negara selalu menjadi impian produsen mobil dan penggemar EV. -Ini adalah penelitian yang menjanjikan, tapi jangan berharap itu muncul di showroom terlebih dahulu, karena akan butuh bertahun-tahun untuk menyempurnakannya.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: