Articles

Sejarah kain tradisional dari suku Bangal Kalimantan Selatan sejak abad ke-12

Okt 30, 2020 Posted in Travel 0 Comments

Bangui TRIBUNNEWS.COM-Hari Batik Nasional dijadwalkan pada tanggal 2 Oktober setiap tahun.

Hari Batik Nasional biasanya di tandai oleh pemerintah atau organisasi swasta, mewajibkan pegawainya memakai baju batik. –Pada tanggal 2 Oktober 2009, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkan batik sebagai warisan budaya.

Indonesia melahirkan dunia karena kaya akan budaya dan akar tradisionalnya, Negara ini memiliki kekayaan karya sastra. Di Kalimantan Selatan (Salirangan) tidak terkecuali. ”

Kain sasirangan memiliki nilai sejarah yang panjang, sebelum akhirnya diproduksi secara massal oleh masyarakat, khususnya di desa gambut. -Mulainya penelitian kain sasirangan — Kain sasirangan merupakan kain tradisional suku banjar yang telah diwariskan secara turun temurun di kalimantan selatan sejak abad ke-12. Saat itu wilayah tersebut dikuasai oleh Lambung Mangkurat dan diberi nama Patih Negara Dipa.

Menurut cerita perkembangan masyarakat Kalimantan Selatan, Pasih Lambung Mangkurat pertama kali menciptakan malam yang dihabiskan Sasirangan 40 di rakit Balarut Banyu setelah 40 hari bermeditasi. Ketika meditasi akan berakhir, dia mendengar suara wanita keluar dari sebuah gelembung. Wanita itu bernama Putri Junjung Buih dan kemudian menjadi ratu daerah tersebut.

Ada pertukaran antara Lambung Mangkurat dan Putri Junjung Buih. Sejak lama, saat mengobrol dengan Lambung Mangkurat, sang putri tidak pernah memperlihatkan sosoknya.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: