Articles

Ekspedisi Karst Sangkulirang-Mangkalihat: Melihat Seni Prasejarah Gua Tewet

Des 16, 2020 Posted in Travel 0 Comments

Reporter Tribunnews.com Reza Deni melaporkan-Kuttatim, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengundang banyak media dan traveller Ramon Y Tungka untuk mengikuti ekspedisi “Sangkulirang-Mangkalihat Karst”, 18 November 2020 Pada tanggal 24, menjadi tujuan wisata baru di Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Perjalanan menjelajahi keindahan bentang alam karst memang berbeda, dibutuhkan 6 jam perjalanan dari darat Balakpapan-Sangatta menuju Sungai Bangalong selama 3 jam menyusuri Pegunungan Carpathian menuju Tepian. Kamp Tewet di desa Langsat. — Peneliti dan dosen dari Pindi Setiawan mengingatkan kita untuk menghormati penghuni sungai.

“Untuk ‘nenek’, karena nenek tidak dapat membedakan manusia dari hewan lain.”

Compindi, seperti sahabatnya, ditunjukkan oleh neneknya, adalah sungai yang hidup di Bengal Buaya di sepanjang pantai. Tetapi ketika kami berada di sungai, kami tidak melihat nenek kami di sana.

Hujan turun dan kami pergi ke Kamp Tuvet sebelum hari gelap. Ekspedisi di Gua Tewet tidak akan dimulai sampai keesokan harinya – Kang Pindi mengatakan ada beberapa gambar sejarah di Gua Tewet yang berusia 40.000 tahun. Gambar tersebut juga tersebar di gua-gua lain di bentang alam karst Sangkulirang-Mangkalihat.

“Keunikan paling kentara dari Sangkulirang adalah posisi lukis tangan. Lukis tangan tidak hanya sederhana, tapi juga gabungan.”

Katanya, saya menggunakan bentuk jamak, tetapi bentuk tunggal. Ada dua tangan. Ada tiga setengah lingkaran, bahkan ada yang sampai enam. Tapi yang jelas, motivasi untuk menarik tangan ini hanya ada di Sankurijan. Di dunia lain, “katanya.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: