Articles

Sejarah kain tradisional dari suku Bangal Kalimantan Selatan sejak abad ke-12

Des 24, 2020 Posted in Travel 0 Comments

Bangui TRIBUNNEWS.COM-2 Oktober adalah peringatan Hari Batik Nasional setiap tahunnya.

– Hari Batik Nasional biasanya di tandai oleh pemerintah atau lembaga swasta, mewajibkan pegawainya mengenakan baju batik. –Pada tanggal 2 Oktober 2009, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkan batik sebagai warisan budaya.

Indonesia melahirkan dunia karena kekayaan budaya dan akar tradisinya yang kaya akan kekayaan karya sastra. Tak terkecuali di Kalimantan bagian selatan yang disebut dengan “ sasirangan “.

Kain sasirangan memiliki nilai sejarah yang panjang sebelum diproduksi secara massal oleh masyarakat, khususnya di desa gambut.

Kain sasirangan Awal penelitian — Kain sasirangan merupakan kain tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan yang diturunkan secara turun-temurun sejak abad ke-12. Saat itu wilayah tersebut dikuasai oleh Lambung Mangkurat dan diberi nama Patih Negara Dipa.

Menurut cerita masyarakat Kalimantan Selatan, Sasirangan pertama kali dibuat oleh Patih Lambung Mangkurat setelah 40 hari bermeditasi dan tinggal di rakit Balarut Banyu selama 40 malam.

Di akhir meditasi, dia mendengar suara wanita dari dalam gelembung. Wanita itu bernama Putri Junjung Buih dan kemudian menjadi ratu daerah tersebut.

Ada pertukaran antara Lambung Mangkurat dan Putri Junjung Buih. Sudah sekian lama, saat mengobrol dengan Lambung Mangkurat, sang putri belum juga menunjukkan sosoknya.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: