Articles

Ekspedisi Karst Sangkulirang-Mangkalihat: Melihat Seni Prasejarah Gua Tewet

Mar 10, 2021 Posted in Travel 0 Comments

Liputan Tribunnews.com Reza Deni-Kuttatim, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengundang banyak media dan traveller Ramon Y Tungka untuk mengikuti ekspedisi “Sangkulirang-Mangkalihat Karst”, 18 November 2020 On ke-24, merupakan tujuan wisata baru di Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Perjalanan menjelajahi keindahan bentang alam karst berkisar dari 6 jam berkendara melalui Balikpapan-Sangatta hingga 3 jam berkendara di sepanjang Bengalon di sungai di kamp Tweet di Desa Langsat, Gunung Teppan

Pinung Setiawan Peneliti dan dosen mengingatkan kita untuk menghormati masyarakat di sungai. Kata Pandey di tempat.

Kangpingdi, seperti sahabatnya, yang ditunjukkan oleh neneknya, adalah seekor buaya yang hidup di tepian Sungai Bengal. Tetapi ketika kami berada di sungai, kami tidak melihat nenek kami di sana.

Setelah beberapa saat hujan, kami pergi ke Kamp Tuwei sebelum hari gelap. Ekspedisi di Gua Tewet tidak akan dimulai sampai keesokan harinya – Kang Pindi mengatakan bahwa ada beberapa gambar sejarah di Gua Tewet yang berumur 40.000 tahun. Gambar-gambar ini juga tersebar di gua-gua lain di bentang alam karst Sangkulirang-Mangkalihat.

“Keunikan Sangkulirang yang paling kentara adalah posisi lukisnya. Lukis tangan itu tidak sederhana, tetapi dipadukan.”

Saya menyebutnya bentuk jamak, tetapi bentuknya tunggal. Ada dua tangan. Ada tiga setengah lingkaran, bahkan ada yang sampai enam. Tapi yang jelas, motif berpegangan tangan hanya ada di Sankurijan. Di dunia lain, “katanya.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: