Articles

Sosiolog, tempat wisata mulai ramai: definisi kondisi masyarakat berbeda dengan kebijakan pemerintah

Agu 11, 2020 Posted in Travel 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Meski wabah Covid-19 belum usai, banyak tempat wisata di beberapa daerah di Indonesia yang mulai ramai dikunjungi wisatawan. M. Si. Alasannya, kata Drajat Tri Kartono, karena adanya gap antara perjanjian kesehatan yang menjadi kebijakan pemerintah dengan definisi kondisi masyarakat. Menurutnya, masyarakat memiliki definisi kebijakan pemerintah yang berbeda.

“Pemerintah mengatakan bahwa ini masih pandemi, orang harus hati-hati, tenaga kesehatan juga harus hati-hati, prosedur sanitasi, jangan keluar, jangan Seret Jat melalui Zoom on Tribunnews, Senin (6/8/2020) siang. com mengatakan dalam sebuah wawancara: “Meskipun banyak orang berkumpul pada awalnya, definisi masyarakat berbeda. “Dibukanya kembali Wisata Gunung Papandayan merupakan tata cara kesehatan yang wajib diikuti wisatawan-Drajat menjelaskan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang atau kelompok masyarakat mendefinisikan situasi ini dan membuat mereka merasa rileks dan nyaman. Ketenangan. Dalam kehidupan sosial seperti ini, setiap orang, setiap kelompok, dan setiap komunitas selalu mendefinisikan postur untuk membuat mereka merasa nyaman, tenang, dan dapat bergaul satu sama lain, “kata Dragat. ——Menurutnya, pada saat itu, masyarakat percaya bahwa pandemi itu tidak berbahaya seperti pecahnya COVID-19 ke Indonesia.

Drajat berkata bahwa orang sekarang merasa bahwa mereka dapat mengontrol diri mereka sendiri, dan bahwa teman-teman mereka juga dapat mengontrol diri mereka sendiri.

Lalu itu membuat orang merasa bahwa mereka tidak perlu khawatir sebanyak sebelumnya.

“(Mereka pikir) kami berdua tahu, kami saling kenal, jadi saya tidak mengatakan Drajat:” Kami tidak perlu terlalu khawatir, dan kami tidak perlu terlalu takut. “

Leave A Comment

  • Rate this recipe: