Articles

Sosiolog, tempat wisata mulai ramai: definisi kondisi masyarakat berbeda dari kebijakan pemerintah

Jul 09, 2020 Posted in Travel 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, banyak tempat wisata di beberapa daerah di Indonesia mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Dr. Dr. M. Si, seorang sosiolog di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Tri Kartono mengatakan bahwa itu terjadi karena kesenjangan antara kebijakan pemerintah dan perjanjian kesehatan dan definisi situasi. masyarakat. Menurutnya, masyarakat memiliki definisi kebijakan pemerintah yang berbeda.

“Pemerintah mengatakan bahwa ini masih pandemi, orang harus berhati-hati, petugas kesehatan juga mengatakan untuk berhati-hati, prosedur higienis, jangan pergi keluar, jangan mengumpulkan banyak orang terlebih dahulu, dan seterusnya, tetapi definisi perusahaan berbeda, “Drajat mengatakan dalam sebuah wawancara di Tribunnews.com melalui Zoom pada Senin (6/8/2020) siang. Baca: Membuka kembali pariwisata Gunung Papandayan, yang merupakan prosedur kesehatan yang harus dihormati oleh wisatawan-Drajat menjelaskan bahwa dalam kehidupan sosial, setiap orang atau kelompok masyarakat menentukan situasi ini untuk membuat mereka merasa nyaman dan tenang. – “Jadi, dalam kehidupan sosial ini, setiap orang, setiap kelompok, setiap komunitas selalu mendefinisikan posisi duduk, sehingga mereka merasa nyaman, tenang, dan bisa bergaul,” kata Drajat. Dia, masyarakat pada saat itu berpikir bahwa pandemi itu tidak berbahaya, sama seperti COVID-19 mulai masuk ke dalam penyakit yang tidak dapat ditangani. – Inilah yang membuat orang merasa bahwa mereka tidak perlu khawatir seperti dulu — “(Mereka merasa) kita berdua tahu, kita mengenal satu sama lain, jadi saya tidak perlu khawatir, kita tidak perlu terlalu takut,” kata Drajat.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: