Articles

Penumpang yang bepergian ke dan dari Jakarta tidak lagi membutuhkan SIKM. PT KAI mendorong pelancong yang jujur ​​untuk menyelesaikan CLM

Okt 27, 2020 Posted in Travel 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM-Humas PT Kerata Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, ke depan penumpang KA jarak jauh dari dan ke Jakarta tidak lagi membutuhkan izin ekspor dan impor (SIKM). -Eva mengatakan, pihaknya menyesuaikan dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta (Pemprov) DKI yang telah membatalkan SIKM sebagai syarat masyarakat melakukan perjalanan mulai Selasa (14/7/2020).

Oleh karena itu, Eva menyampaikan apakah PT KAI tidak lagi membutuhkan pelamar SIKM. Penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambier dan Stasiun Passal Senen.

“Sesuai kebijakan Pemprov DKI Jakarta, mulai 14 Juli (Selasa), ketentuan tambahan izin masuk dan keluar untuk mengemudi, lalu perjalanan KA jarak jauh dari stasiun yang berada di wilayah DKI Jakarta, tidak akan Jadikan SIKM sebagai salah satu syarat bagi calon pengguna yang berangkat menggunakan KA jarak jauh di Stasiun Gambir dan Pasar Senen. Com .

Baca: PT KAI mewajibkan penumpang KA jarak jauh dari dan ke Jakarta DKI untuk menyelesaikan CLM – Baca: KAI Akan tetap mengoperasikan KA Argo Parahyangan jarak jauh pada 13 Juli 2020-Eva mengatakan persyaratan SIKM sudah diganti dengan pengisian Corona Probability Metric (CLM) di aplikasi JAKI, yang tersedia di Google Play Store dan Apple App Store Download versi ini. PT KAI Daop 1 Jakarta masuk mulai Rabu (15/7/2020).

Oleh karena itu, Eva juga menghimbau kepada calon penumpang untuk jujur ​​saat menyelesaikan CLM.

“Ajak masyarakat untuk jujur ​​menyelesaikan CLM mereka Persyaratan. Kata Eva. Calon penumpang kereta api dari dan ke Jakarta selalu disarankan untuk menunjukkan surat Covid-19 gratis melalui PCR atau quick test.

Tentunya harus dipastikan bahwa surat Covid-19 gratis itu “masih berlaku, artinya terbitkan dengan percaya diri. Belum lebih dari 14 hari sejak itu.

Leave A Comment

  • Rate this recipe: